Pemerintah telah menyerahkan master soal kepada 41 instansi yang akan menyelenggarakan tes CPNS 2012. Hal ini merupakan bagian dari rangkaian rekrutmen CPNS tahun ini.
Penyelenggaraan tes CPNS yang melibatkan konsorsium 10 perguruan tinggi negeri ini juga mirip dengan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).
Dalam penyerahan master soal tes CPNS, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (KemenPAN) memastikan tak akan ada soal yang bocor karena semua dilengkapi keamanan yang canggih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Master soal ini sebenarnya sudah aman. Kalaupun misalnya master soal ini jatuh dan ditemukan orang, si penemu ini tidak akan bisa membuka master soal ini. Untuk membuka master soal ini harus mendapatkan password yang hanya diketahui tim khusus dari Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg)," ujarnya dalam penjelasannya seperti dikutip detikFinance, Selasa (28/8/2012).
Menurut Tasdik, setelah master ini sampai di masing-masing instansi tetap tidak bisa dibuka dulu. "Harus menunggu tim dari Lemsaneg tiba di setiap instansi. Mereka masing-masing membuat kesepakatan, kapan akan dibuka, dan untuk selanjutnya dicetak dan digandakan," tambahnya.
Pada umumnya, penggandaan soal ujian CPNS ini akan dilakukan pada 1 September. Khusus untuk Pemprov Jawa Timur, pencetakan naskah ujian dilakukan pada H-2 pelaksanaan ujian CPNS.
"Hal itu sangat masuk akal, karena pesertanya tidak banyak, dan percetakan yang sesuai standar juga tersedia banyak di sana," tutur dia.
Secara terpisah, Sekda Provinsi Jatim Rasiyo menuturkan, keputusannya tidak mau menerima master soal bukan keluar begitu saja. Tetapi hal itu benar-benar didasari dari pertimbangan keamanan.
"Jadi saya pulang ke Surabaya nanti tidak bawa apa-apa. Saya takut master soalnya jatuh di jalan," kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim itu.
Dikatakan, nantinya master soal akan dibawa sendiri oleh panitia pusat diantaranya Lemsaneg ke Surabaya pada 1 September. Selanjutnya masuk tahap penggandaan. Guna menjamin agar tidak terjadi kebocoran, Rasiyo mengatakan, pihaknya akan mengambil sumpah pihak-pihak yang terlibat dalam percetakan dan distribusi soal ini.
"Saya yakin tes CPNS di Jatim bebas KKN atau penyimpangan lainnya," tambahnya.
Dielaskan, Jatim mendapatkan alokasi CPNS baru sebanyak 148 kursi. Alokasi ini terbagi untuk 90 kursi tenaga kesehatan dan 58 tenaga teknis lainnya. Selama masa pendaftaran CPNS Pemprov Jatim, jumlah pendaftar mencapai 22.358 orang.
Dari jumlah tersebut, kemungkinan bakal menyusut dalam seleksi admisitrasif. hingga tinggal 9 ribuan pelamar yang masuk tahap tes tertulis. Dengan demikian satu peserta harus mengalahkan 60 peserta lainnya untuk bisa lolos ke ujian berikutnya yaitu tes kompetensi bidang (TKB). (dru/dnl)










































