Pemerintah Latih 97.340 Pencari Kerja dan Pengangguran di Balai Latihan

Pemerintah Latih 97.340 Pencari Kerja dan Pengangguran di Balai Latihan

Herdaru Purnomo - detikFinance
Minggu, 02 Sep 2012 13:42 WIB
Pemerintah Latih 97.340 Pencari Kerja dan Pengangguran di Balai Latihan
Jakarta - Pemerintah memberdayakan keberadaaan Balai Latihan Kerja (BLK) di Pusat dan Daerah untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi kerja para pengganggur dan pencari kerja. Hal ini dilakukan agar pengangguran dan pencari kerja tersebut siap bekerja dan cepat diserap oleh pasar kerja dan industri.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) menargetkan sebanyak 97.340 orang bisa mengikuti pelatihan kerja berbasis kompetensi yang diselenggarakan BLK di 33 Provinsi seluruh Indonesia.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan keberadaan BLK-BLK di pusat dan daerah memang terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi para pencari kerja karena program pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kemenakertrans terus melakukan proses pelatihan, sertifikasi dan penempatan di balai latihan kerja dengan sasaran para pengangguran, pencari kerja dan masyarakat umum sehingga nantinya lulusan BLK langsung dapat terserap pasar kerja di daerah-daerah," papar Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam siaran persnya, Minggu (2/9/2012).

Hal tersebut dikatakan Muhaimin seusai acara penyerahan bantuan pelatihan bagi Yayasan Pendidikan Maarif dan peresmian Bursa Kerja Online Khusus SMK dan Website di Sidoarjo, Jawa Timur pagi harinya.

Muhaimin mengatakan program pelatihan berbasis kompetensi di BLK-BLK ditujukan penyiapan sumber daya manusia yang kompeten, produktif melalui program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mengurangi pengangguran terutama di daerah-daerah yang tingkat penganggurannya masih tinggi.

“Pola pelatihan di BLK-BLK milik pemda akan ditekankan pada jenis pelatihan sesuai yang dibutuhkan di daerah masing-masing. Seperti pelatihan keterampilan kejuruan otomotif, las, bangunan kayu dan batu, elektonik, komputer, teknologi informasi, menjahit, kerajinan tangan, pertanian dan perkebunan, serta lainnya, kata Muhaimin.

Namun Muhaimin mengakui belum semua BLK di daerah-daerah memiliki kualitas dan kapasitas pelatihan dan instruktur yang memadai. Masih banyak Balai-balai latihan kerja UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) milik Pemda yang memerlukan pembenahan-pembenahan menyeluruh

Oleh karena itu, Cak Imin mengatakan pihak Kemenakertrans akan memprioritaskan revitalisasi BLK-BLK di seluruh dengan jalan mempererat kerjasama dengan pemerintah daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang selama ini mengelola BLK di daerahnya

“Pembenahan BLK-BLK milik pemda terus dilakukan meskipun terkendala terbatasnya anggaran. Pembenahan ini harus mengikuti standar atau berpatokan pada 13 BLK UPT Pusat milik Kemnakertrans yang kondisinya sudah sangat baik. BLK-BLK milik Kemnakertrans harus menjadi model percontohan bagi pembenahan BLK-BLK pemda, kata Muhaimin

Berdasarkan data Kemnakertrans saat ini terdapat 13 BLK UPTP (Unit Pelayanan Teknis Pusat ) milik Kemnakertrans dan 253 BLK UPTD milik pemda Provinsi. Kabupaten/Kota yang di seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil pemetaan Kemenakertrans pada akhir tahun 2011, ditemukan fakta bahwa 252 buah BLK Unit Pelaksana teknis daerah (UPTD) yang dikelola Pemda Provinsi, Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia sebagian besar kondisi infrastruktur, dan fasilitasnya kurang memadai.

Dari 252 buah BLK milik pemda tersebut, hanya 10 % saja BLK milik Pemda yang kondisi infrastruktur dan fasilitas yang baik. Selebihnya 49 % BLK milik pemda kondisinya sedang, dan 41 % kondisinya dikategorikan buruk.

Tahun 2012 ini Kemnakertrans memfokuskan pembenahan terhadap 22 BLK-BLK milik pemda tingkat provinsi terlebih dahulu. Setelah itu, baru membenahi secara bertahap BLK-BLK milik pemda lainnya.

(dru/nia)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads