Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Banun Harpini mengatakan saat ini seluruh kontainer berisi buah anggur yang berasa dari China masih ditahan di Balai Karantina untuk pengujuan di laboratorium lebih lanjut.
"10 kontainer berisi buah anggur dari China masih ditahan, kami masih melakukan pengujian laboraturium lebih lanjut dari sisi keamanan pangannya dan akan dijadikan alat bukti dalam rangka penyidikan," kata Banun kepada detikFinance, Rabu (5/9/2012).
Bahkan Banun juga mencurigai ada potensi buah anggur yang diselundupkan tersebut berpotensi mengandung racun seperti formalin dan zat kimia lainnya.
"Ada potensi (mengandung racun) makanya harus dibuktikan dulu melalui hasil uji lab," kata Banun.
Banun menilai bukan melihat berapa kerugian yang diderita pengusaha manakala barangnya ditahan, namun kerugian yang dialami masyarakat jauh lebih besar ketika buah tersebut beredar dipasar dan ternyata mengandung banyak bahan kimia.
"Perkiraan kerugiannya priceless karena ini menyangkut kesehatan masyarakat atau konsumen karena bila mengandung cemaran kimia atau biologis tertentu yang dapat menyebabkan berbagai penyakit serta ada potens juga buah tersebut mengandung penyakit yang bisa merusak atau menghancurkan pertanaman kita di tanah air," tandasnya.
(rrd/hen)










































