Wah, Ada 'Penyusup' Coba Intip Soal Ujian CPNS

Wah, Ada 'Penyusup' Coba Intip Soal Ujian CPNS

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 10 Sep 2012 12:07 WIB
Wah, Ada Penyusup Coba Intip Soal Ujian CPNS
Jakarta - Tahun ini 2012 ini, pemerintah membuka lebih dari 13.000 posisi untuk CPNS disejumlah kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah menjamin bahwa tes CPNS tahun ini berlangsung jujur dan terbuka dengan tidak ada yang disembunyikan.

Demikian disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar saat ditemui di Kantor Bappenas Jakarta (10/9/2012).

"Semua terbuka, 10 PTN membuat soal di Bandung," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Azwar menerangkan bahwa semua unsur dari mulai Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) hingga ICW (Indonesia Corruption Watch) ikut mengawal proses tes calon penerimaan PNS baru.

"Di Ambon memang ada penyusup tetapi sudah ditangkap karena dibantu oleh Lemsaneg. Semua mengawasi dari mulai ICW ada juga BPPT, mereka memfoto dari mulai lebelisasi soal sampai pembukaan soal. Apa artinya kalo tes tidak jujur ini adalah langkah awal," imbuhnya.

Tahun ini diperkirakan ada sekitar 130.000 PNS yang pensiun. Minggu lalu (08/09/12), ada sekitar 30.000 peserta tes CPNS yang mengikuti tes. Dari 30.000 nantinya akan di saring 13.000 yang diterima menjadi PNS. Tahun 2013 diperkirakan pemerintah akan membuka 60.000-70.000 CPNS yang akan difungsikan di berbagai kementerian atau lembaga

"Tahun 2013 60-70 ribu akan ada rekruitmen PNS baru. Kemarin sekitar 13.000 yang diterima dengan 30.000 yang ikut tes," ungkapnya.

Porsi tenaga pendidikan, kesehatan masih menjadi porsi yang besar untuk perekrutan PNS baru di tahun 2013 nanti.

"Sekolah dan kesehatan itu paling banyak. Jadi paling banyak tenaga pengajar dan tenaga kesehatan. Kita akan kasih 13.000 tahun ini dari 130.000 yang pensiun. Tahun depan full 60.000-70.000 PNS baru," katanya.

Terkait moratorium KemenPAN menghimbau untuk moratorium sendiri ditiadakan untuk tahun depan. Daerah yang mengajukan moratorium harus membuat rencana beban kerja.

"KL (Kementerian Lembaga) mana kita lihat termasuk kewajaran belanja pegawai. Banyak yang harus diperbaiki, salah satu nya adalah rekruitmen dan pelatihan PNS kita tingkatkan 10%," tutupnya.

(wij/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads