Hal ini disampaikan oleh Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla dalam Seminar Hubungan Indonesia-Tiongkok ke-3 yang diselenggarakan oleh Chinese People’s Institute of Foreign Affairs (CPIFA) dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di Beijing. Seperti dikutip dari siaran pers Kedubes RI di Beijing, Rabu (12/9/2012).
Menurut JK, kedua negara yaitu Indonesia dan Tiongkok sedang giat membangun dan memerlukan dorongan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, kata JK, perlu adanya suatu keseimbangan dan solusi yang saling menguntungkan kedua belah pihak agar rakyat kedua negara dapat bersama menikmati pertumbuhan ekonomi yang ada.
Menurut pandangan JK, Indonesia kini memegang peranan penting di ASEAN dan kawasan Asia Timur, dan untuk itu Indonesia harus tetap stabil. Stabilitas nasional ini hanya bisa dicapai dengan pondasi ekonomi yang baik. Mengingat pentingnya peran jalinan perdagangan dan investasi dari Tiongkok kini, maka sudah tepat apabila China terus mendukung Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk RRT merangkap Mongolia Imron Cotan menyampaikan, hubungan perdagangan antara Indonesia dengan China sangat besar, dan kini China menjadi mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia. Imron juga mengedepankan aspek hubungan persahabatan dan persaudaraan kedua bangsa, terlebih Indonesia adalah rumah bagi 20 juta warga keturunan Tiongkok dan hal tersebut dapat dijadikan fondasi kuat untuk meningkatkan hubungan pada akar rumput.
Imron menggarisbawahi soal pertalian hubungan ASEAN–Tiongkok. Dari sisi politik dan keamanan, hubungan dengan China banyak menyentuh masalah sensitif seperti isu Laut China Selatan dan aksesi ke South East Asian Nuclear Weapon Free Zone (SEANWFZ). Kerjasama ekonomi ASEAN–China juga amat penting dan telah mencapai nilai yang signifikan, baik dari sektor perdagangan maupun investasi. Namun ditekankan bahwa isu Laut China Selatan tidak dapat dijadikan suatu ukuran tentang dalam dan komprehensifnya hubungan ASEAN–China yang saat ini telah meluas ke seluruh bidang.
(dnl/dnl)











































