IMF Diduga Ikut Campur Agar Lokal Tak Lolos Tender Permata

IMF Diduga Ikut Campur Agar Lokal Tak Lolos Tender Permata

- detikFinance
Kamis, 02 Sep 2004 15:06 WIB
Jakarta - Pengamat ekonomi dari UGM Revrisond Baswir menengarai adanya upaya dari pihak-pihak tertentu agar investor domestik tidak bisa ikut dalam proses divestasi Bank Permata. Ia melihat campur tangan Bank Dunia dan IMF dalam proses divestasi ini sangat kuat."Dari lima penawar terbatas (shortlisted bidder) terlihat jelas ada usaha dari pihak tertentu agar investor domestik tidak ikut, mungkin saja ada pesanan dari IMF dan Bank Dunia," Revrisond disela acara bedah buku mengenai divestasi Indosat di Hotel Sahid, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Kamis, (2/9/2004).Revrisond menyebutkan, pemerintah melakukan divestasi Bank Permata agar bisa mendapatkan penghasilan dari valas, sehingga investor asinglah yang dipilih. Hal ini sangat logis karena pemerintah membutuhkan valas untuk membayar utangnya, disamping adanya pesanan-pesanan dari IMF dan Bank Dunia.Saat disinggung bahwa saat ini investor asing baru menguasai 30 persen pangsa perbankan nasional sehingga tidak dikhawatirkan, Revrisond menampik data tersebut. Pasalnya, untuk melihat peranan investor asing di perbankan nasional harus dilihat keikutsertaan mereka dalam pembelian saham perbankan yang sudah listing di BEJ."Anda kan tahu 70 persen pemain di BEJ adalah pemain asing, jadi jangan dilihat hanya investasi langsungnya saja. Kalau ditotal saya pikir peranan asing di perbankan nasional sudah mencapai 50 persen. Itu tidak pernah terjadi di negara lain," tegasnya.Seperti diketahui, dalam proses tender divestasi Bank Permata, pemerintah menetapkan lima investor yang masuk dalam shortlisted bidder, yakni Konsorsium Commerce , Maybank, Panin, Standard Chartered Bank dan United Overseas. Sejumlah investor lokal, seperti Bank Mandiri dan BRI tidak lolos dalam seleksi tersebut. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads