SBY: BUMN Jangan Cuma Jadi Macan Kandang

SBY: BUMN Jangan Cuma Jadi Macan Kandang

- detikFinance
Rabu, 10 Okt 2012 17:36 WIB
SBY: BUMN Jangan Cuma Jadi Macan Kandang
Yogyakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan apresiasi penuh kepada BUMN yang telah banyak mendapatkan penghargaan dan mendorong perekonomian. SBY berharap BUMN bisa menjadi perusahaan yang eksis di kancah internasional dan mampu mengurangi kemiskinan di negeri sendiri.

"Lantas dikatakan penghargaan BUMN, selamat. Jangan jadi macan kandang. Jadi world class company. Saya yakin banyak yang jadi perusahaan internasional. Akan makin banyak dan banyak lagi," ungkap SBY pada Rapat Kerja Badan Usaha Milik Negara di Sahid Rich Hotel, Yogyakarta, Rabu (10/10/2012).

Dijelaskan SBY, prioritas utama pembangunan yakni mengurangi kemiskinan. Oleh karena itu, BUMN sebagai motor penggerak perekonomian juga diharapkan mampu mengurangi tingkat kemiskinan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walaupun presentase tingkat kemiskinan secara nasional menurun, tapi mengingat jumlahnya yang masih besar. "Diperlukan usaha pengurangan kemiskinan semaksimal mungkin," tutur SBY.

SBY menyampaikan bahwa pengurangan kemiskinan dapat dilakukan dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, selanjutnya akan dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak, sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat dan dapat mengurangi kemiskinan sesuai harapan kita bersama.

โ€œDisini peran BUMN sangat strategis untuk dapat membantu peningkatan pertumbuhan perekonomian. Hal ini sesuai dengan motto yang disampaikan jajaran BUMN untuk menjadi BUMN yang bersih, efisien dan menjadi lokomotif pertumbuhan perekonomian nasional,โ€ tegas SBY.

Salah satu agenda pembahasan dalam rapat kerja adalah mengenai kelancaran program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk menegaskan fungsi BUMN sebagai tangan kedua pemerintah.

Rapat tersebut dihadiri oleh 730 peserta, yang terdiri atas minimal dua komisaris dan seluruh anggota direksi BUMN . Pemerintah mencatat ada 141 BUMN, namun yang diundang hanya 110 BUMN, karena sisanya dalam keadaan mati suri.

Raker ini juga bertujuan memperkuat sinergi, sektor perbankan memberikan pembiayaan pada BUMN disektor lain.

Presiden didampingi Menteri BUMN Dahlan Iskan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menkokesra Agung Laksono, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri ESDM Jero Wacik, Kepala BKPM Chatib Bisri, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Ketua BPK Hadi Poernomo, dan Ketua KEN Chairul Tanjung.


(dru/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads