Ini Ide Dahlan Iskan Kembangkan Indonesia Timur

Ini Ide Dahlan Iskan Kembangkan Indonesia Timur

Ramdhania El Hida - detikFinance
Senin, 15 Okt 2012 10:09 WIB
Ini Ide Dahlan Iskan Kembangkan Indonesia Timur
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Beberapa waktu lalu, Menteri BUMN Dahlan Iskan diminta Presiden SBY menggerakkan investasi BUMN di Indonesia Timur. Rupanya, Dahlan telah memiliki beberapa rencana konkret dalam mengembangkan kawasan tersebut.

"Waktu itu kita tampilkan apa saja yang kita bisa bangun di Indonesia Timur, kalau Sorong betul-betul jadi. Itu akan jadi revolusi logistik di Indonesia Timur," ujar Dahlan di Jakarta seperti dikutip, Senin (14/10/2012).

Di Sorong, Dahlan akan membangun pabrik sagu. Selain itu, akan dibuat pelabuhan besar di kawasan itu dan pembangunan PLTA dan PLTU di kawasan Papua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama ini kan tidak ada pelabuhan besar di Indonesia Timur, Pelindo II dan IV. Kita juga bikin pabrik sagu di sana, ada swasta yang bangun pabrik semen di Manokwari, kemudian PLTU di Jayapura jadi, PLTA yang didekat Jayapura juga akan jadi," paparnya.

Tindakan revolusioner Dahlan lainnya adalah dengan membuka kawasan pegunungan Jayapura, yaitu dengan membuat jalan sepanjang 80 km di Wamena menuju Jayapura. Dengan terbukanya akses tersebut, diharapkan investasi akan terus berdatangan ke kawasan ini.

"Kemudian saya akan melihat apakah, dulu kan untuk membuka isolasi pegunungan tengah, Wamena dan lain-lain, itukan wacananya akan membikin jalan ke Jayapura, nah sekarang pemerintah sudah melihat adanya alternatif lain yaitu dimanfaatkannya sungai yang mengarah ke laut Aru. Dari situ tinggal membangun jalan sekitar 80 km menuju arah Wamena, saya kira itu langkah pemerintah yang paling konkret dan paling nyata menggerakan Papua wilayah tengah," pungkas Dahlan.

Sebelumnya, Presiden SBY meminta BUMN untuk berinvestasi besar-besaran di kawasan Indonesia Timur, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku. Pasalnya, di kawasan tersebut, jumlah masyarakat miskin masih tinggi sehingga BUMN memiliki panggilan moral untuk berinvestasi di sana.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads