"Kita nggak mampu bayar, KRL-nya (buatan INKA) mahal, kalau di dalam negeri harganya 8 kali. Kalau tiket naik Rp 1.000- Rp 2.000 saja tidak bisa apalagi naik delapan kali," kata Direktur Pemasaran PT KAI Sulistyo Limbo usai acar BUMN Marketeers Club di Kantor Hutama Karya Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Saat ini, KAI terus mengembangkan KRL Commuter Line Jabodetabek. Salah satunya dengan menambah armada KRL secara berkelanjutan untuk meningkatan daya tampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(/)










































