Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku tidak mengkhawatirkan masalah ini menjadi bumerang. Indonesia adalah pangsa pasar terbesar dengan pertumbuhan kosumsi domestik terbesar.
"Saya tidak terlalu khawatir jadi bumerang selagi ada upaya yang bisa dilakukan oleh Indonesia untuk menahan laju impor yang membahayakan konsumen," kata Gita saat ditemui detikFinance di Jakarta Theater Building, Sabtu (20/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gita menjelaskan, karena krisis ekonomi berkepanjangan yang terjadi di Amerika dan Eropa membuat barang-barang China sulit masuk kesana. "Mereka (Eropa dan Amerika) banyak yang menutup, sehingga mau tidak mau China melempar produknya keluar, salah satunya ke Indonesia," tuturnya.
Negara pemasok barang impor non minyak dan gas bumi terbesar selama Januari- Mei 2012 masih ditempati China dengan nilai US$ 11,89 miliar, dengan pangsa 19,29%. Berikutnya adalah Jepang US$ 9,66 miliar (15,67%) dan Thailand US$ 4,73 miliar.
"Yang dilakukan pemerintah adalah pengendalian terhadap impor bahan baku yang sudah bisa dibuat di dalam negeri. Selain itu kita punya kebijakan safe guards dan anti dumping," ujar Gita.
(wij/wep)










































