Produk Cina Serbu RI Tak Buat Mendag Gentar

Produk Cina Serbu RI Tak Buat Mendag Gentar

Wiji Nurhayat - detikFinance
Sabtu, 20 Okt 2012 17:40 WIB
Produk Cina Serbu RI Tak Buat Mendag Gentar
Jakarta - Sudah lazim jika Indonesia kebanjiran produk impor, terutama dari China. Produk impor China akan banyak ditemui ini adalah barang jenis "murah asal kenyang".

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku tidak mengkhawatirkan masalah ini menjadi bumerang. Indonesia adalah pangsa pasar terbesar dengan pertumbuhan kosumsi domestik terbesar.

"Saya tidak terlalu khawatir jadi bumerang selagi ada upaya yang bisa dilakukan oleh Indonesia untuk menahan laju impor yang membahayakan konsumen," kata Gita saat ditemui detikFinance di Jakarta Theater Building, Sabtu (20/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS), impor pada Mei 2012 mencapai US$ 17,2 miliar. Nilai impor ini bahkan lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor pada Mei 2012. Ekspor Mei 2012 justru turun menjadi US$ 16,72 miliar.

Gita menjelaskan, karena krisis ekonomi berkepanjangan yang terjadi di Amerika dan Eropa membuat barang-barang China sulit masuk kesana. "Mereka (Eropa dan Amerika) banyak yang menutup, sehingga mau tidak mau China melempar produknya keluar, salah satunya ke Indonesia," tuturnya.

Negara pemasok barang impor non minyak dan gas bumi terbesar selama Januari- Mei 2012 masih ditempati China dengan nilai US$ 11,89 miliar, dengan pangsa 19,29%. Berikutnya adalah Jepang US$ 9,66 miliar (15,67%) dan Thailand US$ 4,73 miliar.

"Yang dilakukan pemerintah adalah pengendalian terhadap impor bahan baku yang sudah bisa dibuat di dalam negeri. Selain itu kita punya kebijakan safe guards dan anti dumping," ujar Gita.

(wij/wep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads