Jokowi: Saya Ingin MRT Segera Eksekusi, Tapi Harus Benar

Jokowi: Saya Ingin MRT Segera Eksekusi, Tapi Harus Benar

- detikFinance
Senin, 22 Okt 2012 14:23 WIB
Jokowi: Saya Ingin MRT Segera Eksekusi, Tapi Harus Benar
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo belum juga mengambil keputusan soal proyek Mass Rapid Transit (MRT). Pemprov DKI masih meminta pertimbangan dari sejumlah pihak lagi mengenai rencana pembangunannya.

Hal itu disampaikan Jokowi usai melakukan rapat dengan Dishub dan MRT di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin(22/10/2012).

"Soal MRT baru mendengarkan dan bertanya terus. Saya belum ambil keputusan apa-apa. Kan di-compare dulu dengan masyarakat transportasi dan semuanya," jelas Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jokowi mengaku ingin segera mendapatkan keputusan terkait proyek ini. Namun ia juga tidak mau gegabah dalam memutuskan.

"Saya ingin segera eksekusi tapi harus benar dan tidak salah," tegasnya.

Sebelum rapat, Dirut PT Mass Rapid Transit Jakarta, Tribudi Rahardjo, mengaku belum juga mendapat persetujuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) soal proyek ini. Segala proses tender masih dalam proses evaluasi.

"Kita ikuti keputusan gubernur, sekarang prosesnya sedang berjalan. Apa yang terbaik untuk masyarakat, pasti dilanjutkan gubernur. Yang pasti beliau pertimbangkan dari segala aspek," kata Tribudi.

Diberitakan sebelumnya PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan Pemerintah Kota Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan nominasi 2 konsorsium yang akan mengerjakan pembangunan jalur terowongan bawah tanah MRT Jakarta. Dua konsorsium ini disaring dari 5 konsorsium sebelumnya yang sudah dinyatakan lolos prakualifikasi.

Ada dua calon konsorsium untuk jadi nominasi pengerjaan proyek jalur bawah tanah yaitu Obayashi bersama Wijaya Karya (Wika) dan Sumitomo bersama Hutama Karya (HK). Proyek pengerjaan jalur bawah tanah disinyalir akan menghabiskan biaya Rp 4-4,5 triliun mencakup 3 paket.

Secara total jumlah paket proyek MRT Jakarta yang ditawarkan pada calon konsorsium berjumlah 8 paket yang mencakup 3 paket proyek bawah tanah, 3 paket proyek layang, 1 paket penyediaan kereta, dan 1 paket penyediaan sistem.

"Ada 3 paket jalur underground (bawah tanah) sudah ada calon konsorsiumnya yaitu dari pihak Jepang dan BUMN. Ada 2 calon konsorsium yang sudah kita lakukan cek dan ricek baik dalam segi administrasi maupun kelayakan, dan ada 1 konsorsium yang menangkan 2 paket," kata Tribudi saat konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jumat (28/9/2012).

Namun ternyata Pemprov DKI yang saat ini dipimpin Jokowi belum menentukan pihak pemenang tender proyek MRT ini.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads