Pengusaha Mal Sebut Kenaikan Tarif Listrik 2013 akan Pukul UKM

Pengusaha Mal Sebut Kenaikan Tarif Listrik 2013 akan Pukul UKM

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Selasa, 23 Okt 2012 14:34 WIB
Pengusaha Mal Sebut Kenaikan Tarif Listrik 2013 akan Pukul UKM
Jakarta - Rencana pemerintah menaikan tarif dasar listrik (TDL) 15% tahun 2013 bukan solusi terbaik, karena akan membebani usaha kecil menengah (UKM). Alasannya banyak pelaku UKM yang menjajakan produknya di pusat perbelanjaan atau mal.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan, Selasa (23/10/2012)

Menurutnya kenaikan TDL akan akan merugikan masyakat. Terlebih pusat belanja merupakan tempat UKM paling banyak berusaha dengan jumlah lebih dari 70%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"UMKM paling banyak di mal. Di Cempaka Mas saja, ada 7.000 UKM. Blok M Plaza juga sebagian besar UKM," kata Stefanus di Blok-M Plaza, Jakarta, Selasa (23/10/2012)

Memang pemerintah berjanji kenaikan listrik tidak berlaku untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA. Namun bagaimana dengan pelaku usaha kecil yang masuk dalam kategori pelanggan 1.300 VA?

"Banyak dari mereka bergantung pada listrik. Misal penjahit atau home industri seperti kuliner rumahan. Dengan naiknya listrik memaksa naiknya harga jual, di tengah banyaknya barang impor. UKM akan berguguran, dan jumlah pengangguran bertambah," tuturnya.

Pernyataan Wamen ESDM, Rudi Rubiandini bahwa pemerintah akan mencabut subsidi pelanggan di atas 6.600 VA, lanjut Stefanus tidak berdasar.

"Seperti biasa, mal menjadi sasaran tembak paling asyik, penyebab kemacetan, pemboros listik nomor satu dan lainnya," tegas Stefanus.

Sementara TDL mal masuk dalam kategori B3 atau sama mahalnya dengan perkantoran dan hotel. Kategori B3 juga lebih tinggi dari tarif listrik industri.

"Untuk itu pengelola mal berharap pemerintah dapat memberikan pengelompokan yang lebih adil, yaitu TDL khusus mal yang lebih rendah dari industri, demi UKM dan konsumen," tegasnya.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads