"Gelombang dua ini lebih besar, sekaligus," ujar Dirjen Pajak Fuad Rahmany kepada detikFinance, Minggu (28/10/2012).
Namun, Fuad menyatakan pendidikan bela negara ini akan dilakukan kembali sekitar awal tahun depan mengingat pada akhir tahun ini, seluruh pegawai pajak tengah dikejar target penerimaan pajak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pendidikan bela negara tahap pertama, Fuad mengaku lebih mudah melaksanakannya karena jumlah pegawai yang terlibat pendidikan ini hanya 200 pegawai. Sementara untuk pendidikan gelombang kedua, harus ada persiapan yang lebih matang.
"Kita butuh waktu untuk melakukan proses pengadaannya. Yang pertama itu kan masih pilot project, jadi masih kecil bisa kita laksanakan segera," tandasnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak akan mewajibkan pegawainya melakukan pendidikan bela negara. Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan integritas pegawai pajak dalam rangka reformasi birokrasi. Tujuan dari pendidikan ini sebagai semangat untuk menjunjung dan mendahulukan kepentingan negara dari kepentingan pribadi.
(nia/dru)










































