Topan Sandy Akan 'Menghajar' Ekonomi Amerika Serikat

Topan Sandy Akan 'Menghajar' Ekonomi Amerika Serikat

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 30 Okt 2012 15:13 WIB
Topan Sandy Akan Menghajar Ekonomi Amerika Serikat
Foto: Reuters
New York -

Topan Sandy menjadi salah satu bencana terbesar yang pernah menghantam Amerika Serikat (AS). Dengan segala kerusakan yang diakibatkan oleh badai tersebut, ekonomi AS diprediksi akan terkena imbasnya terutama dalam jangka pendek.

Beberapa ekonom memperkirakan, faktor yang paling mempengaruhi ekonomi adalah ditutupnya kegiatan bisnis gara-gara badai tersebut, ditambah dengan masa pemulihan seperti rekonstruksi infrastuktur yang hancur. Hal ini mirip dengan badai Katrina yang menghancurkan New Orleans, tapi tidak berpengaruh langsung kepada ekonomi.

Tapi tetap saja badai kali ini lebih besar ketimbang Katrina, sebanyak 10 negara bagian sudah menyatakan siaga darurat. Sehingga, seperempat ekonomi AS sudah pasti terkena imbasnya meski dalam jangka panjang akan kembali normal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produk Domestik Bruto (PDB) di wilayah sekitar New York dan Washington bernilai sekitar US$ 2,5 triliun. Jadi sekitar negara bagian menyumbang PDB sekitar US$ 10 miliar, itulah potensi kehilangan dari bencana topan kali ini, kata Mark Zandi, kepala ekonom dari Moody's Analytics dikutip Reuters, Selasa (30/10/2012).

Pada tingkat lokal, kerusakan yang diakibatkan bencana ini mungkin tidak terlalu besar dan bervariasi tergantung parahnya badai yang melanda. Peter Morici dari Universitas Maryland memprediksi Topan Sandy akan mengakibatkan kerugian US$ 35-45 miliar.

Setelah itu, butuh US$ 36 miliar untuk biaya pemulihan. Menurutnya, Biaya pemulihan badai akibat Topan Irene tahun lalu saja membutuhkan US$ 20 miliar.

Badai paling parah yang pernah diderita AS diakibatkan Topan Katrina di 2005. Kerugian yang diderita AS mencapai US$ 100 miliar. Pertumbuhan ekonomi AS pun langsung melambat di triwulan saat badai terjadi walaupun langsung pulih di tiga bulan berikutnya.

Pada triwulan ketiga tahun ini, ekonomi AS tumbuh 2%, sedikit menanjak dari pertumbuhan tahun lalu tapi masih lebih lambat dari prediksi analis.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads