Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, kisruh antara Dahlan dengan DPR harus diselesaikan. Kalau tidak, maka bisa merembet ke mana-mana, apalagi kasus Dahlan dengan DPR ini lebih banyak terkait PLN yang boros Rp 37 triliun, karena tak mendapat gas dan harus menggunakan BBM yang mahal.
"Saya rasa Pak Dahlan harus jelaskan secara benar kepada DPR, tidak perlu takutlah. Inefisiensi Rp 37 triliun itu kan terjadi karena dia banyak sewa genset agar tidak mati lampu dan terlambatnya proyek 10.000 MW yang seharusnya pada 2009/2010 sudah selesai, tapi tidak selesai-selesai juga," kata Sofjan ketika ditemui di Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jakarta, Selasa (30/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada waktu itu kan gas memang kurang, tidak hanya PLN. Industri pun tidak ada gas, karena gasnya banyak dijual ke luar negeri," ujar Sofjan.
Kata Sofjan, semua sudah jelas, daripada listrik mati maka PLN terpaksa menggunakan BBM untuk pembangkit listriknya. "Sudah jelas, jadi Pak Dahlan tidak perlu takutlah, ya kalau dipolitisir namanya juga DPR sukanya mempolitisir," tegas Sofjan.
(rrd/dnl)











































