Ini Dia Hasil Rapat Jokowi-Djokir Soal Pembangunan DKI

Ini Dia Hasil Rapat Jokowi-Djokir Soal Pembangunan DKI

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 01 Nov 2012 16:58 WIB
Ini Dia Hasil Rapat Jokowi-Djokir Soal Pembangunan DKI
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -

Hari ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Djokir) melakukan pertemuan untuk membahas proyek pembangunan infrastruktur di ibukota. ini hasilnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung 3 jam dari jam 10.00 sampai 13.00 tersebut, Jokowi mengatakan setidaknya ada 7 hal yang dibahas dan akan segera dilakukan untuk pembenahan DKI.

Pertemuan hari ini memang lebih banyak membahas permasalahan sanitasi dan penanganan limbah khususnya untuk kali Ciliwung. "Ada 7 yang kita bicarakan, pertama itu soal penanganan Cilwung," ungkap Jokowi ujar pertemuan di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal penanganan limbah rumah tangga ini, Jokowi mengatakan, perlu pembenahan karena baru 2,83% limbah rumah tangga di Jakarta yang bisa diolah. Kalah dibandingkan kota-kota lain yang angkanya di atas 60%. Bahkan Malaysia sudah 90%, dan Singapura 100%.

Kemudian hasil pertemuan yang kedua adalah soal penanganan soal penyediaan air minum di DKI Jakarta yang saat ini masih perlu dibenahi. "Tadi sudah final," kata Jokowi.

Secara detil, tujuh proyek yang dibicarakan tersebut adalah:

  1. Penanganan Kali Ciliwung
  2. Penyediaan Air Minum
  3. Tata Ruang
  4. Transportasi
  5. Great Sea Wall (Tembok Laut Raksasa)
  6. Flood Mitigation (penanganan banjir)
  7. Penanganan Limbah

Dalam pertemuan tesebut, Menteri PU didampingi oleh Dirjen Cipta Karya, Wakil Menteri PU, serta Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Priyatna.

"Tadi pagi kita sudah bahas banyak dan langsung diputuskan dan langsung di-action-kan," tegas Jokowi.

Sementara itu, Djoko Kirmanto menyatakan kesiapannya untuk mendukung proyek-proyek di provinsi DKI Jakarta. Karena menurutnya, banyak kesamaan latar belakang antara proyek pemerintah pusat dan proyek pemprov DKI Jakarta.

"Sebelumnya kami sudah janji, karena memang banyak tugas PU dan DKI yang bisa disinkronkan. Agar pekerjaan lebih efektif dan lebih cepat selesainya," katanya.

"Kita membahas berbagai macam persoalan dan sepakat saling mendukung pembangunan di wilayah DKI Jakarta," pungkas Djoko.

DKI Jakarta memang telah memiliki rencana membangun 6 proyek infrastruktur yang targetnya akan dibangun secara bertahap mulai 2013. Secara total investasi yang diperlukan sekitar Rp 442 triliun.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads