"Kenapa harus tertutup, terbuka dong, biar publik tahu siapa yang palak BUMN, ini BK genit juga, cari panggung juga mereka kok tertutup," kata Effendi ketika ditemui di Hotel Sintuk, Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (6/11/2012).
Memang sebagai badan kelengkapan DPR, langkah BK cukup proaktif melihat masalah ini, namun kalau ditutup-tutupi ke publik ini jadinya malah kurang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Effendi, jika memang benar ada oknum DPR yang palak, silahkan diungkap dan diumumkan namanya, tapi belakangan justru diralat ini dan itu.
"Jangan lempar batu sembunyi tangan dong, makanya kami minta agar BK juga jangan terhasut isu yang dilemparkan ini, fokuskan dahulu pemanggilan Dahlan Komisi VII, dimana kami ingin meminta penjelasan kenapa pada saat dia memimpin PLN, PLN menderita kerugian ribuan miliar (Rp 37 triliun berdasarkan audit BPK), ini kan kerugian negara juga," tandasnya.
(/)










































