Pemerintah bertekad mengurangi utang luar negeri melalui surat Sekretariat Kabinet (Setkab) Nomor: SE-592/Seskab/X/2012 mengenai Pembatasan Pinjaman Luar Negeri yang dapat Membebani APBN/APBD. Sumber pembiayaan sejumlah proyek pun dirombak.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menyatakan, pihaknya mendapatkan masukan dari PNS kementerian yang menengarai kemungkinan adanya pengajuan pinjaman atau utang luar negeri yang berpotensi dilakukan kongkalikong antara oknum rekanan yang menginisiasi proyek dengan oknum pejabat di kementerian untuk persetujuan utang, yang juga melibatkan oknum di DPR untuk persetujuannya.
Karena itu, Seskab meminta Bappenas untuk menilai kembali proyek yang akan dibiayai lewat utang luar negeri. Seskab meminta agar utang luar negeri sebisa mungkin dibatasi dan dihindari. Untuk mengurangi utang, pemerintah juga bisa memberikan proyek yang akan dilaksanakan kepada BUMN atau swasta agar tidak perlu menjadi beban APBN yang jumlahnya terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek-proyek yang diusulkan dibatalkan, dialihkan, atau dikurangi jumlah pinjamannya antara lain:
I. Contoh proyek-proyek yang mengalami pergeseran pembiayaan:
a. Proyek yang semula diusulkan dibiayai dengan pinjaman luar negeri melalui penerusan pinjaman (SLA/subsidiary loan agreement) diubah menjadi pinjaman langsung oleh BUMN, yaitu: (1) Jati Gede Hydropower Project (175 MW) dan (2) Central and West Java 500kV Transmission Line Project;
b. Proyek yang semula diusulkan dibiayai dengan pinjaman luar negeri diubah menjadi penugasan kepada BUMN, antara lain: (1) Bakauheni – Terbanggi Besar Toll Road Development Project, (2) Indralaya-Palembang Toll Road Development Project, (3) Kualanamu-Tebing Tinggi Toll Road Development Project, (4) Medan-Binjai Toll Road Development Project, dan (5) Pekanbaru-Kandis-Dumai Toll Road Development Project;
c. Proyek yang semula diusulkan dibiayai dengan pinjaman luar negeri diubah menjadi dibiayai dengan rupiah murni, contohnya Procurement of 8 Units State Navigation Vessels.
II. Contoh proyek dengan pinjaman luar negeri yang mengalami pengurangan Pinjaman, antara lain Cilamaya New Port Development Project.
III. Contoh proyek dengan pinjaman luar negeri yang dibatalkan, antara lain Proyek di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, yaitu Support for Poor and Disadvantaged Areas (SPADA) Phase II.










































