"Pak Jokowi harus mengembangkan potensi wisata Jakarta dengan mengoperasikan bus tingkat wisata," ungkap Pengamat Transportasi Universitas Gajah Mada Djoko Setijowarno saat dihubungi detikFinance, sabtu (17/11/2012).
Hal serupa sebenarnya telah dilakukan oleh Jokowi di Surakarta kala menjabat sebagai walikota Surakarta. Djoko menambahkan, seharusnya tidak ada kesulitan untuk Jokowi melakukan hal serupa di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Djoko, Jakarta seharusnya mencontoh negara tetangga Malaysia dan Singapura. Di Kuala Lumpur, para wisatawan dimanjakan berkeliling tempat wisata dengan menggunakan jasa bus wisata. Bus wisata yang melayani jasa berkeliling jalur wisata adalah jenis bus tingkat dengan harga 38 ringgit.
"Bus tersebut singgah di obyek-obyek wisata, Jakarta jangan mau kalah apalagi semua kota metropolitan di dunia sudah melakukan itu," paparnya.
Nantinya, jika Jokowi akan melakukan dan mengoperasikan bus wisata ini, Djoko menganjurkan agar sistem bisa diserahkan kepada swasta jadi tidak memberatkan APBD. Waktu pengoperasian bisa dilakukan hari Sabtu dan Minggu karena pada hari-hari biasa kemacetan menjadi penyakit ibukota.
"Sabtu dan Minggu dulu sebagai ujicoba, Singapura telah melakukan hal yang sama Thailand juga. Hanya Jakarta yang belum. Ini dilakukan untuk mengembangkan potensi wisata Ibukota kepada wisatawan asing," tegasnya.
(wij/dnl)










































