Daging Sapi Meroket, 60% Pedagang Bakso di Jakarta Pilih Mogok Jualan

Daging Sapi Meroket, 60% Pedagang Bakso di Jakarta Pilih Mogok Jualan

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 19 Nov 2012 12:55 WIB
Daging Sapi Meroket, 60% Pedagang Bakso di Jakarta Pilih Mogok Jualan
Jakarta -

Lonjakan harga daging sapi hingga Rp 100.000/Kg di Jakarta dan sekitarnya bukan hanya memicu mogok para pedagang daging sapi. Para pedagang bakso juga kena imbas, sehingga memilih untuk tidak jualan beberapa hari ini.

"Kalau menurut saya banyak yang pilih nggak dagang, sampai 60% nggak dagang karena takut rugi," kata Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso Indonesia (Apmiso) Trisetyo Budiman kepada detikFinance, Senin (19/11/2012)

Tri menuturkan saat ini di Jakarta ada kurang lebih ada 50.000 pedagang mi dan bakso. Dari jumlah itu, sebanyak 75% merupakan pedagang pikul dan gerobak keliling sisanya ada yang berjualan 10% di restoran, dan 15% mangkal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah keliling, mereka nggak dagang karena nggak untung harga Rp 90.000/Kg, bisa minus," katanya.

Menurutnya harga daging sapi yang bisa diterima pedagang bakso di kisaran Rp 70.000-75.000/Kg. Jika harga daging sudah di atas tersebut maka pedagang bakso memilih tak berjualan karena dipastikan rugi.

"Teorinya kalau pedagang kaki lima dengan harga daging sapi Rp 90.000, dijual 90 pentol dibagi 7 (per porsi) maka 15 porsi, lalu harganya per porsi cuma Rp 6.000, ya nggak untung, malah minus," katanya.

Tri menambahkan justru saat ini yang terpukul adalah pelaku pedagang bakso pikul dan gerobak keliling karena segmen pasar kelas bawah. Dengan menjual satu porsi bakso Rp 6.000-7.000, maka sulit mendapat untung.

"Kalau bakso Ino misalnya menjual Rp 30.000 per porsi karena di restoran, relatif tidak terpengaruh," katanya.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads