Demo Buruh Marak, Pemuda Muhammadiyah Minta SBY Evaluasi Kinerja Cak Imin

Demo Buruh Marak, Pemuda Muhammadiyah Minta SBY Evaluasi Kinerja Cak Imin

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 20 Nov 2012 12:45 WIB
Demo Buruh Marak, Pemuda Muhammadiyah Minta SBY Evaluasi Kinerja Cak Imin
Jakarta -

Presiden SBY diminta mengevaluasi kinerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Hal ini terkait maraknya demo buruh belakangan ini, sebagai cerminan lemahnya menyelesaikan masalah sektor ketenagakerjaan.

Permintaan ini salah satu rekomendasi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah pada tangga 15-17 Nopember 2012 telah mengadakan pertemuan Nasional aktivis buruh, tani dan nelayan di Jakarta. Pada pertemuan ini Pemuda Muhammadiyah meminta Presiden SBY mengevaluasi kerja Kementerian dan mencopot Muhaimin.

"Aspirasi ini datang dari kawan-kawan Pemuda Muhammmadiyah se-Indonesia yang fokus pada masalah perburuhan dan ketenagakerjaan," kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/11/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemuda Muhammadiyah menganggap kementerian tenaga kerja di bawah Cak Imin tidak bisa menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan, akibatnya buruh tidak pernah henti-hentinya berdemo di beberapa tempat di Indonesia.

"Bagi pengusaha dan investor dari dalam/ luar negeri ini tidak sehat, bisa berakibat fatal bagi stabilitas perekomian kita," katanya.

Menurutnya akibat dari demo buruh yang tidak henti-hentinya ini, investor akan ragu menanamkan modalnya di Indonesia, banyak perusahaan akan menunda penambahan pekerja manusia dan memilih mesin, daya beli buruh rendah, akibatnya pertumbuhan ekonomipun mandek bahkan bisa turun.

Sebelumnya Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menegaskan, hubungannya dengan pekerja dan pengusaha baik-baik saja, meski selama ini sempat muncul anggapan hubungan Tripartid (pemerintah, pengusaha dan pekerja) ini dalam kondisi tidak baik karena perbedaan yang cukup tajam di antara mereka.

"Pekerja dan pengusaha masih respek sama saya. Semua berjalan dengan baik. Walaupun banyak ketidaksepahaman itu adalah hal yang wajar," kata Muhaimin beberapa waktu lalu.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads