"RPH Pulogadung masih memotong sapi tetapi dengan jumlah yang tidak begitu banyak, ada penurunan," kata salah seorang petugas RPH Pulogadung yang tidak mau disebut namanya saat ditemui detikFinance, Jumat (23/11/2012).
Dalam sehari, RPH Pulogadung memotong setidaknya 20-23 ekor sapi. Jumlah ini mengalami penurunan yang terjadi semenjak Idul Adha berakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya menurut laporan Kementerian Pertanian (Kementan), pada Idul Adha 1432/2011, jumlah sapi yang disembelih sebanyak 58.036 ekor sapi. Sedangkan untuk tahun 1433/2012 ini diperkirakan 64.279 ekor sapi dibeli masyarakat untuk disembelih sebagai hewan kurban.
Nasib yang dialami RPH Pulogadung jelas berbeda dengan RPH Rawabadak Jakarta Utara. Kedua RPH ini adalah milik Pemda DKI Jakarta. Petugas RPH Pulogadung juga mengatakan sapi yang dipotong di tempatnya kebanyakan sapi impor yang dilakukan penggemukannya di Indonesia.
"Di sini lebih banyak sapi impor sapi lokal sudah jarang. Mungkin perbandingannya 2:1. Pasokan sapi lokal seperti langka," cetusnya.
Sementara RPH PT Dharmajaya Rawabadak Jakarta Utara saat ini sepi dari kegiatan pemotongan sapi. RPH Rawabadak adalah salah satu dari 3 Rumah Pemotongan Hewan (Cakung, Pulogadung, Rawabadak) yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Kini kondisi RPH Rawabadak seperti rumah kosong.
(wij/dnl)










































