"Ini kan namanya sensus harus diakuratkan kembali. Ini perlu telaah dulu apakah akurat atau tidak," kata Suswono di Gedung Komisi IV DPR RI, Senin (26/11/2012).
Menurut Suswono Badan Pusat Statistik (BPS) tidak merinci secara detail soal pemotongan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Ia menjelaskan pada dasarnya sepanjang ada data yang menunjang untuk keperluan kebijakan pasti akan dipakai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil itu nantinya akan dikalikan dengan populasi rakyat Indonesia yang mencapai 240 juta penduduk. Setelah itu akan dikalkulasi kembali dengan daya dukung sapi lokal. Sehingga bisa memperkirakan angka impor yang harus dilakukan.
"Yang penting peternak sapi saat ini sedang bergairah. Jangan sampai tertekan mereka karena isu impor yang berlebihan. Tahun 2010 titik nadir para petani karena daging sapi beku banyak yang beredar di pasar tradisional. Kita hitung dengan baik angka impornya tinggal berapa," cetusnya.
(wij/hen)










































