Ekonomi Belanda Kontraksi Lagi, Pengangguran Meningkat

Laporan dari Den Haag

Ekonomi Belanda Kontraksi Lagi, Pengangguran Meningkat

Eddi Santosa - detikFinance
Rabu, 28 Nov 2012 16:19 WIB
Ekonomi Belanda Kontraksi Lagi, Pengangguran Meningkat
Den Haag - Ekonomi Belanda pada kuartal ketiga diluar perkiraan kembali mengalami kontraksi, besarnya 1,1% terhadap kuartal kedua, demikian laporan Centraal Bureau voor de Statistiek/CBS (Biro Pusat Statistik), Kamis (15/11/2012) lalu.

Seandainya ekonomi Belanda pada kuartal akhir tahun ini kembali mengalami kontraksi, maka Belanda mengalami resesi untuk ketiga kalinya dalam tiga tahun. Apa yang dikhawatirkan para ekonom tahun lalu mengenai kemungkinan double dip, justru yang terjadi Belanda malah menuju ke triple dip.

Kontraksi yang tak terduga itu mengakibatkan perkiraan-perkiraan ekonomi dalam kesepakatan koalisi pemerintah Kabinet Rutte II menjadi tertekan. Antara lain, pemasukan pajak akan berkurang dari perkiraan sebelumnya dan sebaliknya pengeluaran untuk tunjangan akan meningkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah akan sulit untuk mencapai target-target yang sudah disepakati, kecuali dilakukan efisiensi, yang sekarang sudah sangat ketat, lebih ketat lagi, demikian dipantau detikfinance dari NRC Handelsblad.

Dari data CBS, terlihat bahwa Belanda pada kuartal ketiga kurang memanfaatkan ekspor (-2,4% dibanding kuartal kedua). Penyebab malaise ekonomi Belanda juga dipengaruhi situasi domestik. Perusahaan-perusahaan mengurangi investasi (-3,1%) dan konsumen juga mengurangi belanja (-0,4%).

Menurut CBS, krisis di sektor perumahan dan properti sangat mempengaruhi. Penjualan mobil juga menurun.

Sementara itu angka pengangguran tercatat pada Oktober 2012 naik hingga 6,8% atau 536.000 orang angkatan kerja (melebihi ambang batas psikologis 5%). Angka pengangguran 6,8% itu berarti naik 0,2% dari bulan sebelumnya sebesar 6,6% atau 519.000 orang, demikian data CBS dan UWV.

Situasi ekonomi Belanda, pertumbuhan lemah di Prancis dan Jerman (0,2%) dan krisis di Eropa Selatan, membawa Zona Euro saat ini betul-betul memasuki resesi. Pada kuartal kedua ekonomi Zona Euro telah mengalami kontraksi 0,2%, dan pada kuartal ketiga 0,3%. (es/es)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads