Harga Sawit Anjlok, Ekspor RI Merosot 7,6%

Harga Sawit Anjlok, Ekspor RI Merosot 7,6%

Ramdhania El Hida - detikFinance
Senin, 03 Des 2012 12:22 WIB
Harga Sawit Anjlok, Ekspor RI Merosot 7,6%
Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia alami defisit perdagangan sebesar US$ 516,1 juta sepanjang tahun ini. Hal ini karena adanya tambahan defisit perdagangan yang terjadi pada bulan Oktober 2012 yang mencapai US$ 1,55 miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pada bulan Oktober 2012 sebesar US$ 15,67 miliar atau turun 7,61 persen dibanding bulan Oktober tahun lalu sebesar US$ 16,96 persen.

"Ini karena adanya penurunan harga CPO," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (3/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sasmito menyatakan dengan realisasi itu, maka total ekspor Indonesia Januari-Oktober mencapai US$ 158,66 miliar atau turun 6,22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Total perdagangan sektor non migas mencapai US$ 127,03 miliar atau turun 5,7 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Ekspor terbesar masih dari sektor Bahan Bakar Mineral yang nilainya US$ 21,9 miliar dan Lemak dan Minyak Hewan/Nabati senilai US$ 17,5 miliar. Ekspor terbesar masih ke negara China dengan nilai US$ 16,82 miliar, Jepang US$ 14,4 miliar, dan Amerika Serikat sebesar US$ 12,23 miliar.

Sementara untuk impor, lanjut Sasmito, terjadi peningkatan yang cukup siginifikan pada bulan Oktober 2012. Hal ini karena meningkatnya impor pesawat dan Bahan Bakar Minyak.

Pada bulan Oktober, impor Indonesia mencapai US$ 17,21 miliar atau naik 10,82 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Ini karena ada impor unusual seperti pesawat terbang, PLTG, dan BBM yang cukup besa di bulan Oktober 2012," ujarnya.

Total impor untuk Januari hingga Oktober mencapai US$ 159,18 miliar atau naik 9,35 persen dibanding periode sama tahun lalu. Impor non migas sebesar US% 124,39 miliar atau naik 11,11 persen dibanding periode yang sama lalu. Impor terbesar yaitu mesin dan peralatan mekanik yang nilainya US$ 23,88 miliar dan mesin dan peralatan listrik yang nilainya USD 15,74 miliar.

Impor terbesar dari China sebesar US$ 23,92 miliar, Jepang US$ 19,33 miliar, dan Amerika Serikat sebesar US$ 9,65 miliar.

"Biasanya kan Thailand di nomor 3, tapi karena impor pesawat, jadi Amerika yang naik ke peringkat 3," jelasnya.

Dengan realisasi ini, terjadi defisit US$ 1,55 miliar untuk bulan Oktober ini sehingga terjadi defisit US$ 516,1 juta dalam sepanjang tahun ini.

"Defisit bulan ini harus diakui defisit terbesar sepanjang sejarah perdagangan Indonesia, setelah terjadi pada bulan Juni lalu yang sebesar US$ 1,32 miliar," tandasnya.

(nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads