Selain Proyek MRT, Nasib Monorel Jakarta Ada di Tangan Jokowi

Selain Proyek MRT, Nasib Monorel Jakarta Ada di Tangan Jokowi

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 03 Des 2012 17:55 WIB
Selain Proyek MRT, Nasib Monorel Jakarta Ada di Tangan Jokowi
Jakarta - Selain proyek Mass Rapid Transit (MRT), kelanjutan proyek monorel yang sempat terhenti akan ditentukan nasibnya oleh Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Kini proyek monorel menyisakan tiang-tiang yang berdiri tanpa guna sejak 2004.

Direktur Kerjasama Pemerintah Swasta Bappenas Bastary Panji Indera mengungkapkan semua skema pembahasan telah dilakukan dan saat ini keputusan ada di tangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

"Ini keputusannya ada di Pemprov DKI dan sampai sekarang belum ada keputusan dari Gubernur DKI Jakarta," ungkap Bastary kepada detikFinance di Hotel Borobuddur Jakarta, Senin (3/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penuturan Bastary pihaknya dari Bappenas telah melakukan evaluasi secara menyeluruh dan telah memberikan rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. "Kabar terakhir dievaluasi dan diputuskan oleh Gubernur waktu itu dan kita memberikan rekomendasi kalau mau memang mau diputuskan," tuturnya.

Bastary berpendapat, Monorel adalah proyek yang dijalankan oleh Pemprov DKI Jakarta dan segala keputusan ada di tangan Gubernur DKI Jakarta. Pihaknya (Bappenas) hanya memfasilitasi dan membantu bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan untuk mengevaluasi dan menyerahkan kepada Gubernur DKI Jakarta.

"Ini keputusannya ada di pemprov DKI dan sampai sekarang belum ada keputusan. Iya kita menunggu. Yang memiliki proyek itu adalah pemprov DKI. Kita memfasilitasi dan membantu bersama BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) untuk mengevaluasi dan kita serahkan kepada Pemprov DKI," tandasnya.

Seperti yang diketahui, pembangunan monorel sebelumnya mangkrak sejak 2004 dan menyisakan tiang-tiang monorel, karena pemrakarsa proyek gagal mendapat investor. Padahal, tiang-tiang tersebut sudah di bangun di kawasan Kuningan hingga Senayan. Hingga saat ini tercatat ada 160 tiang monorel di kawasan tersebut.

Pada 19 September 2011 lalu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo secara resmi menghentikan masa perjanjian terhadap konsesi PT Jakarta Monorel sebagai pengembang dan investor monorel. Dampak penghentian perjanjian itu, pihak PT Jakarta Monorel meminta penggantian biaya investasi Rp 600 miliar.

Fauzi Bowo pada waktu itu menegaskan akan mengganti sesuai rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan jika ganti rugi dapat dibayarkan kepada investor monorel maksimal Rp 204 miliar.

Awalnya proyek monorel rencananya akan dibagi menjadi dua jalur, yakni jalur hijau dan jalur biru, dan diperkirakan dapat mengangkut 120 ribu orang per hari. Monorel jalur hijau sepanjang 14,2 kilometer akan beroperasi dari Semanggi ke Kuningan. Sedangkan, jalur biru sepanjang 12,2 kilometer dari Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang hingga ke Roxy.

Konsep baru yang ditawarkan oleh Adhi Karya, monorel akan terkoneksi dengan MRT, Bus Way, dan KRL. Selain itu, monorel mampu mengangkut penumpang hingga 800 penumpang dalam sekali jalan sehingga menghemat penggunaan energi.

(wij/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads