EE Mangindaan setuju tiket MRT Jakarta mendapatkan subsidi pemerintah. Menurutnya subsidi diperlukan untuk meringankan beban masyarakat.
"Kita lihat subsidi ini akan menggerogoti apa tidak, tapi saya setuju saja kalau ini pakai subsidi untuk meringankan. Hanya perlu dipertimbangkan besarannya," ungkap Mangindaan saat ditemui selepas rapat kerja dengan Komisi V DPR RPI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hanya ingin, tolong dikaji lagi lah, bahwa jangan sampai ada istilah mahal dan tidak mahal. Saya setuju, gubernur itu buat dikaji lagi," tuturnya.
Seperti diketahui, proyek MRT tahap I membutuhan dana Rp 15 triliun. Dana tersebut didapat dari utangan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Pemerintah pusat meananggung 52% dari total kebutuhan dana, yang diberikan sebagai hibah ke Pemprov DKI. Kemudian Pemprov hanya berutang 48% dari total kebutuhan dananya.
Dana pinjaman itu harus dikembalikan dengan bunga 0,2% dan 0,4% dengan jangka waktu pengembalian 30 tahun plus 10 tahun.
Jaringan MRT Jakarta ada dua koridor yaitu utara-selatan dan koridor barat-timur. Khusus untuk koridor utara-selatan mencakup tahap I yaitu Lebak Bulus-Bundaran HI dan tahap II Bundaran HI-Kampung Bandan.
Proyek MRT tahap I antara lain Lebak Bulus-Bundaran HI diantaranya sebanyak tujuh stasiun berada di permukaan tanah yakni Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sisanya, enam stasiun di bawah tanah atau subway terletak di Masjid Al-Azhar, Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.
(zlf/hen)










































