Upaya Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengkaji ulang proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mendapat dukungan Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan. Mangindaan sepakat dengan Jokowi bahwa proyek Rp 15 triliun jangan terburu-buru disetujui.
"Jangan ngomongin angka dulu itu bisa diatur dengan subsidi yang penting ditentukan dulu MRT-nya dimana, lewat mana, karena lokasinya harus ditentukan mana yang sekarang, mana yang diperlukan di masa depan, makanya Pak Jokowi menahan dulu," kata Mangindaan di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/12/2012)
Selain itu bagi Mangindaan, pemda DKI tak hanya memikirkan proyek MRT, namun transportasi massal lainnya sebagai pendukung. Keberpihakan pemerintah dalam bentuk subsidi transportasi massal sangat dibutuhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia mengelak soal berapa subsidi yang harus diberikan pemerintah daerah termasuk pusat untuk transportasi massal khususnya MRT. "Nanti dibicarakan dengan kemenkeu," katanya.
Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengatakan Pemprov DKI hanya mampu menanggung sekitar Rp 5.000 per tiket MRT. Bahkan, lanjutnya, logisnya besaran subsidi yang harus ditanggung sekitar 25 persen dari harga tiket.
Β
"Subsidi logikanya kan 25 persen. Misalnya tiketnya Rp 10.000, subsidinya Rp 2.500. Nah itu logis. Maksimal Rp 5.000 lah. lah ini tiketnya Rp 10.000, subsidinya Rp 28.000, yang benar saja," ujar Jokowi di rumah dinasnya Jl. Taman Suropati no 7, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2012). (hen/dnl)











































