SBY Diminta Tetap Jaga Momentum Positif Pasar

SBY Diminta Tetap Jaga Momentum Positif Pasar

- detikFinance
Selasa, 21 Sep 2004 18:32 WIB
Jakarta - Ekonom UI Muhammad Chatib Basri berharap capres SBY yang diperkirakan menang dalam pilpres II bisa menjaga momentum positif yang terjadi pasca pilpres dimana kepercayaan dan harapan dari para pelaku pasar mengalami peningkatan.Pemerintahan baru nanti diharapkan bisa memberikan sinyal positif sebagai tanda keseriusan dalam menangani persoalannya di dalam negeri. "Hanya saja yang menjadi persoalan saat ini adalah kepercayaan masyarakat kepada SBY yang tinggi sekali padahal tidak semua persoalan bisa dilaksanakan dalam waktu semalam sehingga jika tidak berlangsung lama dikhawatirkan akan timbulkan kekecewaan. Yang penting pemerintah baru bisa memberikan sinyal menangani persoalan," kata M Chatib Basri.Pemerintah baru harus menjaga momentum positip mengingat pasar tidak memberikan sentimen negatif hal ini tampak pada naiknya IHSG meski tidak melejit disamping rupiah mulai menguat dan kepercayaan investor internasional yang mulai terlihat."Karena itu SBY harus bisa menjaga momentum, dulu waktu Gus Dur naik momentum juga bagus namun kemudian hilang demikian juga saat Megawati naik tapi lalu hilang. Saya berharap sekali ini tidak," kata Chatib disela Investor Forum Bank Permata di Hotel Kempinsky, Jakarta, Selasa (21/9/2004).Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah deregulasi di bidang ketengakerjaan dengan mencabut Kepmen 150 yang memuat besarnya pesangon di Indonesia yang tiga kali lebih besar dibandingkan kawasan Asia termasuk menata kembali restitusi."Itu bisa dilakukan dalam 100 hari kepemimpinannya. Sementara terkait dengan masalah yang dihadapi menjelang lebaran nanti pemerintah baru harus melakukan persiapan tapi kita berharap yang dilakukan tetap realistis," ujarnya.Menyangkut keinginan kalangan pengusaha agar tim ekonomi SBY terdiri dari kalangan profesional, Chatib menilai hal itu tidak terlalu penting karena yang penting adalah mencari orang yang bisa melakukan pekerjaan karena tidak semua profesional baik dalam melaksanakan pekerjaannya. Yang penting tim ekonomi harus kapabel dan bisa diajak bekerjasama dan juga dari diterima komunitas internasional."Kalau dari kalangan profesionl atau partai, SBY bisa terjebak dalam dikotomi seperti itu," katanya. Oleh karenanya mengenai masuknya investasi asing dengan adanya pemerintahan baru mendatang tergantung sepenuhnya dari susunan kabinet yang disusun SBY. Setelah melihat susunan kabinet maka akan dilihat kinerjanya selama minimal 6 bulan. Sehingga diperkirakan investor baru akan masuk pada semester II tahun 2005 dan baru merealisakan investasinya sekitar tahun 2006. Chatib juga berharap kabinet baru dapat menata lagi masalah legal. "Paling tidak kalau Jaksa Agungnya bagus akan memberikan sinyal pemerintah SBY cukup baik," katanya. Sementara itu Dirut Bank Lippo Jose Luhukay di Hotel Aryaduta mengatakan siapapun yang terpilih pasar cukup antusias meresponnya. Karenanya Luhukay optimis indeks akan meningkat."Karena situasinya cukup kondusif diperkirakan dalam waktu dekat investasi sudah akan mulai masuk. Dengan bergeraknya sektor riil maka secara otomatis akan terjadi akselerasi kredit dimana rata-rata pertumbuhan kredit akan mencapai 30 persen dibandingkan saat ini yang sebesar 20 persen," katanya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads