Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten, Ajak Moeslim selepas acara Media Gathering 'Keberadaan Jalan Tol MMS dalam Mendukung Pariwisata Banten' di Hotel Twin Plaza, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
"Kita kerjasama dengan tol, waktu tol ini masih perbaikan, wisatawan kesini menurun. Tapi setelah baik lagi, pertumbuhan wisatawan disini meningkat 7-10% setiap tahunnya," ungkap Ajak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bandung tanpa prpmosi meningkat pariwisatanya 40%. Karena ada Cipularang. Infrastruktur itu penting," tegasnya.
Menurutnya, provinsi Banten memiliki banyak destinasi wisata. Kebanyakan dari wisatawan yang didominasi wisatawan lokal ini masih memilih Anyer sebagai tujuan utamanya.
"70% masih didominasi oleh Anyer. Kalau dulu ke Carita, sisanya Ujung Kulon," jelasnya.
Sedangkan data terakhir pada tahun 2010 menurut Ajak, wisatawan yang datang berbondong-bondong ke tempat wisata di Provinsi Banten masih didominasi wisatawan domestik, yakni sekitar 20 juta, dari angka sekian, wisatawan dari Jakarta mendominasi. Sedangkan mancanegara hanya sekitar 100 ribu orang.
(zlf/dru)










































