Banyak Ekspatriat, di Jakarta Daging Sapi Jadi Isu Sensitif

Banyak Ekspatriat, di Jakarta Daging Sapi Jadi Isu Sensitif

- detikFinance
Kamis, 13 Des 2012 17:38 WIB
Banyak Ekspatriat, di Jakarta Daging Sapi Jadi Isu Sensitif
Jakarta - DKI Jakarta kota yang paling sensitif mengenai isu daging sapi. Kebutuhan daging di wilayah ini termasuk paling besar dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Daging Jakarta Raya Sarman Simanjorang saat dihubungi detikFinance, Kamis (13/12/2012).

"Jakarta sangat sensitif isu daging," kata Sarman singkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarman menuturkan banyaknya ekspatriat yang hidup dan tinggal di Jakarta membuat kebutuhan akan daging juga meningkat. Belum lagi usaha kecil dan menengah (UKM) seperti pedagang bakso dan puluhan hotel-hotel yang membuat daging menjadi komoditas prioritas warga ibukota.

"Ekspatriat kita disini banyak dan makan apa. Omset bakso yang berbahan dasar daging itu Rp 5 miliar/hari. Mereka kemarin mogok 3 hari jadi jelas kerugian mereka Rp 15 miliar," tuturnya.

Ia mengimbau pemerintah untuk mengkaji kembali kebutuhan kuota daging sapi 2013. Ia meminta kuota khusus 50.000 ton daging sapi beku impor di Jakarta. Kemudian Sarman mengkritik perhitungan Kementerian Pertanian yang hanya mengalikan jumlah penduduk dengan rata-rata konsumsi per tahun itu adalah salah besar.

"80% kuota impor terserap di Jakarta. Kedutaan besar di sini (Jakarta) banyak. Kementan itu sederhana jumlah penduduk Indonesia dikali 1,9 Kg itu tidak tepat. Lebih baik masalah kebutuhan serahkan ke Kementerian Perdagangan karena tahu psikologi pasar," jelas Sarman.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads