Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (Apmiso) menyiapkan daging sapi murah di tengah lonjakan harga daging sapi belakangan ini. Hal ini dalam rangka mencegah penggunaan daging-daging non sapi untuk bakso seperti kasus daging babi di Jakarta.
"Sampai akhir 2012, Apmiso mendapat aloksi kuota melalui Kemenko, melalui kemenperin, di bawah dirjen IKM, Apmiso yang menjual, harganya masih bersaing lah," kata Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (Apmiso) Trisetyo kepada detikFinance, Minggu (16/12/2012)
Ia mengatakan, daging yang dijual Apmiso merupakan daging CL 85, atau 85% daging dan 15% lemak, harganya dibanderol Rp 52.000 sampai Rp 55.000 per Kg. Harga ini jauh lebih murah dari harga daging sapi di pasaran yang sudah menembus Rp 100.000 per Kg, walaupun masih lebih mahal dari harga daging celeng (babi) yang hanya Rp 45.000 per Kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trisetyo mengatakan bagi para pedagang bakso yang ingin membeli bisa langsung ke Sekretariat Apmiso Indonesia, Jalan Empang Tiga Dalam No 02, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu.
"Daging CL 85 nggak boleh dijual di pasar, bisa diambil di kantor Apmiso atau di toko-toko bakso yang ditunjuk," jelasnya.
Tahun ini memang pemerintah memberikan tambahan kuota impor daging sapi CL 85 untuk industri pengolahan daging sebanyak 7.000 ton hingga akhir tahun ini.
"Tahun depan kita usahakan mendapatkan alokasi lebih. Kita tak ingin ada yang nakal sedikit lalu merusak yang besar dengan pakai babi, padahal kita ada daging CL 85, yang nakal harus dihukum berat," serunya.
(hen/wep)











































