Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
"Sampai hari ini, Kemendag telah menerima rekomendasi untuk importasi sapi dan daging sebanyak 92 perusahaan. Dari jumlah itu, 64 perusahaan mengajukan izin persetujuan impor," jelas Bayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau persyaratan selesai Insya Allah hari ini bisa keluar izin impornya. Aktivitasnya dia bisa ambil hari Rabu tanggal 26 Desember. Nanti paling tidak importasi akan berjalan mulai sekitar 7 Januari 2013, itu untuk daging, sehingga di Jnuari sudah bisa terpenuhi untuk kesepakatan 80 ribu ton setara daging bukan semuanya daging. Itu prosesnya yang kita lakukan," tutur Bayu.
Setelah daging dan sapi impor masuk, Bayu mengatakan, awal Januari pemerintah akan mulai memantau rumah pemotongan hewan (RPH) untuk memastikan ketersediaan stok daging. Diakui Bayu, tahun ini, terjadi penurunan jumlah sapi yang dipotong oleh RPH.
Bayu mengakui, RPH Dharmajaya milik Pemprov DKI di Cakung menurun jumlah sapi yang dipotongnya.
"Kita akan pantau 15-20 RPH strategis pada awal Januari. Ini usaha yang bisa dilakukan Kemendag. Kita sangat mengandalkan posisi kementerian pertanian bahwa jumlah sapi tersedia. Kita betul-betul menghitung ulang konsumsi bukan produksi. Mudah-mudahan Januari selesai, kita akan minta tolong surveyor," papar Bayu.
Pada kesempatan itu, Bayu juga mengungkapkan soal hasil sensus ternak di 2011 yang menyatakan Indonesia mempunyai 15 juta ekor sapi, tapi ternyata daging sapi langka dan harga naik.
Masalahnya, ujar Bayu, adalah di pasokan. "Peternak tak mau menjual, peternak menjadikan sapi tabungan," cetus Bayu.
(dnl/hen)











































