Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa saat dihubungi detikfinance, Sabtu (29/12/2012).
"Perum PPD masih berdiri sendiri karena keuntungan juga muncul tahun 2012," kata Putu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putu menyadari apa yang ingin dilakukan Dahlan adalah untuk memadukan tiga BUMN transportasi menjadi satu BUMN yang besar.
"Kalau melihat kebijakan yang dulu akan diambil Pak Dahlan, kita (Perum PPD) tidak bisa berdiri sendiri mau digabung dengan Perum Damri dan diakuisisi PT KAI menjadi BUMN yang besar, tetapi PPD masih berdiri sendiri," imbuhnya.
Selain keuntungan yang didapat Perum PPD sebesar Rp 6,1 miliar, Putu mengklaim telah memperlakukan karyawan (yang berstatus tetap maupun outsource) dengan baik. Ia bahkan berujar selalu tepat menggaji para karyawannya.
"Kondisi kita masih baik-baik saja dan gaji karyawan dibayar tepat waktu. Kami memperkerjakan karyawan tetap sebanyak 307 karyawan dan karyawan outsource (keamanan dan supir) sebanyak hampir 400 karyawan," cetusnya.
Seperti diketahui, saat ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan minatnya untuk membeli Perum PPD dan mengubahnya menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bahkan Jokowi telah mengirim surat ke kantor Menteri BUMN Dahlan Iskan.
(wij/dnl)











































