Indonesia Punya Proyek Kereta Cepat? Saat Ini Masih Wacana

Indonesia Punya Proyek Kereta Cepat? Saat Ini Masih Wacana

Wahyu Daniel - detikFinance
Senin, 14 Jan 2013 11:09 WIB
Indonesia Punya Proyek Kereta Cepat? Saat Ini Masih Wacana
Jakarta -

Sudah banyak negara yang saat ini sudah mempunyai transportasi andal, cepat, dan nyaman, salah satunya adalah kereta 'peluru' atau kereta cepat. Bahkan kereta tercepat di dunia saat ini berada di China. Indonesia kapan?

Tampaknya kita masih harus bersabar soal transportasi canggih ini. Karena pembangunan kereta cepat di Indonesia saat ini masih sebatas wacana saja.

"Indonesia belum ada proyek kereta cepat. Saat ini masih wacana," ujar Kepala Biro Humas Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan kepada detikFinance, Senin (15/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Soesantono mengatakan, saat ini wacana kereta cepat yang paling memungkinkan dibangun adalah untuk trayek Jakarta-Surabaya yang dinilai merupakan dua pusat perekonomian terbesar di Indonesia.

"Dilihat dari perkiraan dampak pada daerah sekitarnya, proyek kereta api KA Super Cepat Jakarta-Surabaya dinilai memiliki nilai tambah di daerah Pantura. Kota Surabaya memproyeksikan dirinya sebagai calon megapolitan seperti kota Jakarta sehingga pembangunan proyek ini akan membuat kota-kota di sekitarnya seperti Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan akan tumbuh menjadi kota-kota satelit yang maju, seperti layaknya Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bogor," tutur Bambang Soesantono.

Dia juga mengatakan, Surabaya memproyeksikan dirinya sebagai kota industri besar. Dari kereta api yang beroperasi sekarang, load factor Jakarta-Surabaya cukup tinggi sehingga rencana ini dapat ditelaah lebih lanjut.

Namun menurut Wamenhub, masalah yang paling utama terkait pembangunan KA Super Cepat adalah masalah pembiayaannya. Wamenhub berujar, seorang ekonomis Spanyol, Gines de Rus, berpendapat keputusan untuk menolak atau menunda rencana KA Super Cepat bukan berarti menentang kemajuan. Perlu diperhatikan dampak sosial lebih lanjut dan ditimbang dengan biaya yang dikeluarkan.

"KA Super Cepat bukanlah strategi transportasi one-size-fits-all. Beda negara – dengan beda luasan, beda tingkat populasi, beda kebudayaan dan kebiasaan, dan terutama beda infrastruktur transportasi eksisting – memiliki kebutuhan yang berbeda pula," kata Wamenhub.

Untuk melihat kereta 'peluru' super cepat di dunia, anda bisa klik di sini.

(dnl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads