Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Djokir) mengaku pesimistis proyek ini akan terealisasi tepat waktu. Seperti diketahui Presiden SBY ingin groundbreaking mega proyek ini bisa dilakukan dimasa akhir jabatannya di 2014.
"Kemarin saya optimis waktu itu, tapi dengan proses yang seperti ini mungkin bisa saja tertunda," kata Djoko Kirmanto di sela-sela kunjungan kerjanya ke Serang, Banten, Senin (14/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"JSS lebih baik jangan ditanyakan dulu, kita sedang proses sedang kita bicarakan dan sampai hari ini kita belum ada keputusan," katanya.
Sejatinya, Jembatan Selat Sunda ditargetkan mulai groundbreaking tahun 2014. Proyek jembatan sepanjang 29 Km itu rencananya akan menelan dana sedikitnya Rp 100 triliun.
Pembahasan proyek ini dilakukan oleh Tim 7 yang terdiri dari Menteri Pekerjaan Umum dengan anggota Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Perindustrian, Sekretaris Kabinet, dan Kepala Bappenas ditunjuk oleh Presiden SBY.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo sempat mengusulkan revisi Perpres No 86 Tahun 2011 tentang Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS).
Dalam perkembanganya usulan itu menuai perdebatan karena bakal mengancam kiprah pemrakarsa (pemda Lampung-Banten dan Artha Graha) untuk menyiapkan proyek JSS termasuk studi kelayakan dan basic design.
Masalah ini dibahas di kantor menko, yang kemudian dibentuk tim 7 sebagai tim inti yang membahas perbaikan maupun rekomendasi terkait persiapan pembangunan JSS. Sejak Juli lalu sejatinya masalah ini sudah ada keputusan namun hingga kini sudah 7 bulan lebih tak ada hasil.
(zlf/hen)










































