"Ini yang pertama dibuka di Kawasan Kuta Bali. RNI ingin secara langsung masuk ke industri hulu dan hilir melalui bisnis retail dan komimen kami untuk memasarkan atas produk yang kami hasilkan," ungkap Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro kepada detikFinance, Selasa (15/1/2013).
Menurut Ismed, ini adalah kali pertama Ia dan RNI masuk dalam bisnis retail. Dahulu RNI hanya memasarkan produk melalui tingkat agen. Dengan adanya retail Rajawali Mart secara langsung akan memutus mata rantai penjualan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ismed menambahkan Bali ditunjuk sebagai tempat pertama kali pembukaan Rajawali Mart karena Bali merupakan daerah wisata. Tidak tanggung-tanggung, di bulan Januari ini RNI membuka 15 Rajawali Mart di Bali.
Untuk membangun satu unit Rajawali Mart, setidaknya RNI harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 750 juta - 1miliar.
"Bali itu daerah wisata internasional. Kita ambil daerah wisatanya. Jabodetabek belakangan karena margin lebih menjanjikan. Investasi per unit itu adalah Rp 750 juta hingga Rp 1 miliar," lugas Ismed.
(/)











































