RI Nilai Peningkatan Aspek Pasar Lebih Penting dari Bantuan

RI Nilai Peningkatan Aspek Pasar Lebih Penting dari Bantuan

- detikFinance
Senin, 27 Sep 2004 11:44 WIB
Jakarta - Pemerintah RI menilai peningkatan aspek pasar bagi negara-negara berkembang lebih penting dari pada bantuan-bantuan resmi dalam menghadapi kemiskinan, kelaparan dan pemberantasan penyakit menular.Hal ini disampaikan Sekjen Depkeu Agus Harjanto saat membuka Kursus Kebijakan Perdagangan di Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Senin, (27/9/2004).Agus menjelaskan, kegagalan dalam mewujudkan harapan negara-negara berkembang saat ini nantinya tidak hanya akan menganggu sistem perdagangan multilateral itu sendiri, namun yang lebih penting akan mengancam komitmen masyarakat internasional untuk menekan angka kemiskinan pada tahun 2015 seperti tercantum dalam tujuan pembangunan milenium yang dicanangkan PBB.Agus menilai kegagalan negosiasi WTO di Cancun adalah suatu kemunduran. Namun, pemerintah Indonesia sangat menghargai suksesnya negosiasi WTO di Jenewa. "Ini sangat positif bahwa di putaran Doha, negara-negara berkembang telah menunjukkan keinginan yang lebih besar untuk mengurangi subsidi pertanian," kata Agus.Sementara mengenai kursus yang diselenggarakan pemerintah Indonesia yang bekerjasama dengan IDB, WTO dan Pusat Kerjasama Teknis Selatan-Selatan GNB ditujukan untuk memberi bantuan kepada negara-negara berkembang, khususnya negara-negara OKI dalam rangka pengembangan kemampuan SDM terhadap berbagai isu terkait dengan putaran Uruguay dan Sistem Perdagangan Multilateral.Sementara bagi RI kursus ini punya arti penting dikaitkan dengan kepemimpinan Indonesia dalam kerjasama OKI dan GNB serta pelaksanaan politik luar negeri RI. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads