"Kita dukung untuk menjadi BUMN yang kerjakan jalan tol sepanjang Sumatera. Di tahap awal Hutama Karya akan peroleh izin dari BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) dapat penugasan dari pemerintah dan akan dukung penuh untuk aktivitas pembangunan jalan tol," ujar Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (25/1/2013).
Agus Marto menyebutkan ada beberapa cara pendampingan pendanaan untuk pembangunan proyek tersebut. Seperti, pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) dan penerbitan obligasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Agus Marto menyatakan pihak Hutama Karya tidak boleh tergantung dengan bantuan pemerintah tetapi mengutamakan terealisasinya pembangunan proyek tersebut sehingga tidak terbengkalai seperti Tol Trans Jawa.
"Jangan cengeng Hutama Karya, sesuatu itu harus dibangun dengan adanya FS (feasibility study/studi kelayakan) dulu. Perlu FS dulu, kemudian, nanti kita akan dukung penuh untuk bisa terwujud jalan yang bisa kita jalankan. Jangan seperti Trans Jawa, kebutuhan meningkat, tapi jalan nggak jadi-jadi," ujarnya.
Agus Marto yakin dengan selesainya Tol Sumatera maka pertumbuhan ekonomi bisa melesat dengan cepat.
"Kita ingin supaya jalan Tol Sumatera cepat terwujud, ekonomi jadi makin baik. Oleh karena itu, saya berikan guidance kelayakan usaha disusun, koordinasi penugasan akan dibangun, tapi perlu kejelasan dari BPJT setelah itu kita bangun penuh. Jadi jangan tanya PMN-PMN mana. Semua bakal diwujudkan asal dikelola profesional," tandasnya.
(nia/hen)











































