Akhirnya, untuk disukai, perusahaan harus melakukan segala hal dengan benar. Tapi, untuk masuk ke dalam daftar perusahaan yang dibenci, yang harus dilakukan adalah membuat kesalahan-kesalahan yang membuat marah para konsumennya, menghukum para pemegang sahamnya, dan melakukan kekerasan terhadap pekerjanya.
Ketika perusahaan sahamnya anjlok, ketika karyawan merasa tidak nyaman dan berujung dengan memperlakukan konsumen dengan buruk, ketika slip merah dibagikan secara massal, dan lain-lain, itu adalah kondisi di mana sebuah perusahaan sadar bahwa citranya sudah turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari dailyfinance, Senin (28/1/2013), ada 10 perusahaan di Amerika yang paling dibenci, apa saja? Klik tautan di bawah untuk mencari tahu bagian keduanya.
6. RIM
|
Foto: Reuters
|
Beberapa masalah layanan, dan reputasinya membuat marah para pelanggan. Di 2011, RIM meluncurkan Playbook dalam usahanya beralih ke pasar tablet, namun akhirnya mereka merugi US$ 485 juta karena banyak produk yang tak terjual. Sementara itu, perusahaan pun telah memecat ribuan pekerjanya dalam rangka mengurangi biaya. Saham RIM turun lebih dari 20% tahun lalu, dan 80% dalam 2 tahun terakhir.
Intinya, Interbrand melaporkan, merek Blackberry turun nilainya sebesar 39% tahun lalu.
7. AMR
|
Foto: Reuters
|
Belakangan ini, AMR juga memotong obligasi finansialnya untuk pabrik pesawat terbang dan utang dari para pemegang saham perusahaan. Mereka telah bertengkar dengan para pilot selama berbulan-bulan atas kompensasi yang diberikan. Dan PHK massal yang menyertai proses kebangkrutan yang dimulai sejak lama. Citra AMR dari para penumpang pun menjadi buruk. Mereka dianggap sebagai maskapai penerbangan Amerika Serikat dengan pekerja yang kasar, dan berdasarkan ACSI, AMR memiliki pelayanan terburuk di antara semua maskapai Amerika Serikat.
8. Nokia
|
Foto: Reuters
|
Seiring dengan tertinggalnya Nokia, para pemegang sahamnya pun melihat saham mereka jatuh, 20% pada tahun lalu, dan 60% pada dalam 2 tahun terakhir. Poin ini berdampak buruk pada merek-nya. Dalam laporan Interbrand tahun 2012, Nokia telah kehilangan 16% dalam nilai merek-nya.
9. Sears Holding
|
Foto: Reuters
|
Perusahaan kehilangan US$ 2,8 miliar belakangan ini. Sementara itu kompetitornya, Target dan Walmart, dengan mudah mengungguli S&P 500. Menurut ACSI, Sears memiliki nilai kedua terburuk dalam hal pelayanan pelanggan di antara perusahaan ritel.
10. Hewlett Packard (HP)
|
Foto: Reuters
|
Saham perusahaan ini jatuh lebih dari 40% tahun lalu. Lebih buruk lagi pada saat akuisisi HP terhadap British Data Company Autonomy di Oktober 2011, yang sekarang dicurigai telah melakukan kecurangan karena telah memalsukan nilainya. HP kehilangan banyak uangnya.
Tahun lalu, guna menghentikan penderitaannya, HP memangkas 27 ribu karyawannya, lebih dari 2 kali lipat dibanding kebanyakan perusahaan lain melakukan PHK karyawannya pada tahun 2012. Tidak mengejutkan, perusahaan peneliti pekerja Glasdoor menyatakan, HP adalah perusahaan yang dibenci oleh para pekerjanya.
Halaman 2 dari 6











































