Ini Dia Perusahaan yang Paling Dibenci di AS (2)

Ini Dia Perusahaan yang Paling Dibenci di AS (2)

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 28 Jan 2013 11:45 WIB
Ini Dia Perusahaan yang Paling Dibenci di AS (2)
Foto: Reuters
Jakarta - Di Amerika Serikat (AS), sebuah perusahaan sangat sulit untuk dicintai masyarakat seperti layaknya Apple atau Amazon. Banyak perusahan yang dibenci dan bahkan difitnah.

Akhirnya, untuk disukai, perusahaan harus melakukan segala hal dengan benar. Tapi, untuk masuk ke dalam daftar perusahaan yang dibenci, yang harus dilakukan adalah membuat kesalahan-kesalahan yang membuat marah para konsumennya, menghukum para pemegang sahamnya, dan melakukan kekerasan terhadap pekerjanya.

Ketika perusahaan sahamnya anjlok, ketika karyawan merasa tidak nyaman dan berujung dengan memperlakukan konsumen dengan buruk, ketika slip merah dibagikan secara massal, dan lain-lain, itu adalah kondisi di mana sebuah perusahaan sadar bahwa citranya sudah turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wall Street melakukan penelitian lebih mendalam terhadap hal-hal seperti itu. Dengan metode pengukuran seperti survei terhadap konsumen, performa sahamnya, dan kepuasan pekerjanya.

Dikutip dari dailyfinance, Senin (28/1/2013), ada 10 perusahaan di Amerika yang paling dibenci, apa saja? Klik tautan di bawah untuk mencari tahu bagian keduanya.

6. RIM

Foto: Reuters
The RIM blackberry pernah menjadi produk smartphone unggul di dunia. Sekarang, sahamnya anjlok 7,3% dan masih menurun. Salah satu produknya Blackberry Storm banyak dikritik oleh penggunanya, dan sejak diluncurkan, RIM belum mengeluarkan produk yang menarik dan menunjukkan penjualan yang berarti.

Beberapa masalah layanan, dan reputasinya membuat marah para pelanggan. Di 2011, RIM meluncurkan Playbook dalam usahanya beralih ke pasar tablet, namun akhirnya mereka merugi US$ 485 juta karena banyak produk yang tak terjual. Sementara itu, perusahaan pun telah memecat ribuan pekerjanya dalam rangka mengurangi biaya. Saham RIM turun lebih dari 20% tahun lalu, dan 80% dalam 2 tahun terakhir.

Intinya, Interbrand melaporkan, merek Blackberry turun nilainya sebesar 39% tahun lalu.

7. AMR

Foto: Reuters
AMR, induk dari American Airlines, dalam periode waktu yang singkat, mencederai hubungan dengan para pemegang saham, pemilik obligasi, pilot, pelanggan, suplayer, dan kebanyakan pekerjanya.

Belakangan ini, AMR juga memotong obligasi finansialnya untuk pabrik pesawat terbang dan utang dari para pemegang saham perusahaan. Mereka telah bertengkar dengan para pilot selama berbulan-bulan atas kompensasi yang diberikan. Dan PHK massal yang menyertai proses kebangkrutan yang dimulai sejak lama. Citra AMR dari para penumpang pun menjadi buruk. Mereka dianggap sebagai maskapai penerbangan Amerika Serikat dengan pekerja yang kasar, dan berdasarkan ACSI, AMR memiliki pelayanan terburuk di antara semua maskapai Amerika Serikat.

8. Nokia

Foto: Reuters
Nokia belakangan ini memiliki predikat perusahaan telepon seluler terbesar di dunia setelah Samsung. Dalam 5 tahun terakhir sejak Apple merilis produknya, iPhone, Nokia telah kehilangan pasar smartphone yang berkembang pesat, khususnya dikalahkan Apple dan Samsung.

Seiring dengan tertinggalnya Nokia, para pemegang sahamnya pun melihat saham mereka jatuh, 20% pada tahun lalu, dan 60% pada dalam 2 tahun terakhir. Poin ini berdampak buruk pada merek-nya. Dalam laporan Interbrand tahun 2012, Nokia telah kehilangan 16% dalam nilai merek-nya.

9. Sears Holding

Foto: Reuters
Awal bulan ini, CEO Sears Lou D'Ambrosio keluar dari jabatannya karena 'masalah kesehatan keluarga'. Dia meninggalkan jabatannya untuk Eddi Lampert, yang akan menjadi CEO ke-5 dalam 7 tahun terakhir. Dalam 5 tahun ke belakang, saham perusahaan ritel raksasa ini anjlok sampai 60%.

Perusahaan kehilangan US$ 2,8 miliar belakangan ini. Sementara itu kompetitornya, Target dan Walmart, dengan mudah mengungguli S&P 500. Menurut ACSI, Sears memiliki nilai kedua terburuk dalam hal pelayanan pelanggan di antara perusahaan ritel.

10. Hewlett Packard (HP)

Foto: Reuters
Menurut ACSI, HP adalah merek komputer terburuk kedua dunia di 2012. HP juga merupakan perusahaan dengan manajemen yang buruk di Amerika Serikat. Lima tahun lalu, perusahaan memiliki pendapatan bersih tahunan hingga US$ 8 miliar. Dalam 12 bulan hingga Oktober tahun lalu, HP kehilangan sampai US$ 12,6 miliar.

Saham perusahaan ini jatuh lebih dari 40% tahun lalu. Lebih buruk lagi pada saat akuisisi HP terhadap British Data Company Autonomy di Oktober 2011, yang sekarang dicurigai telah melakukan kecurangan karena telah memalsukan nilainya. HP kehilangan banyak uangnya.

Tahun lalu, guna menghentikan penderitaannya, HP memangkas 27 ribu karyawannya, lebih dari 2 kali lipat dibanding kebanyakan perusahaan lain melakukan PHK karyawannya pada tahun 2012. Tidak mengejutkan, perusahaan peneliti pekerja Glasdoor menyatakan, HP adalah perusahaan yang dibenci oleh para pekerjanya.

Halaman 2 dari 6
(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads