PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) selaku pelaksana proyek kereta cepat atau ekspres bandara senilai US$ 2 miliar (Rp 18,0 triliun) akan mulai melakukan tender.
Direktur Utama SMI Emma Sri Martini mengatakan, akhir tahun ini proses tender proyek kereta ini akan dimulai akhir 2013, jika semua perizinannya bisa disetujui dengan lancar.
Saat ini, Emma mengatakan, pelaksanaan proyek kereta cepat ini sedang masuk dalam tahap uji kelayakan yang akan dilanjutkan dengan penyelesaian pre-feasibilities study (pre-FS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena akan ada jalur air, jalur kanal, jalur hutan dan lainnya, makanya sedang dikoordinasikan dulu," ujarnya kepada detikFinance di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (31/1/2013).
Selama ini, kata Emma, kendala proyek pembangunan kereta express bandara memang soal penyesuaian persepsi dan koordinasi dari masing-masing pemegang kepentingan. Karena proyek ini melewati dua provinsi.
"Koordinasinya tidak dalam satu provinsi, nah ini yang membuat koordinasi kita memerlukan waktu yang lama. Karena kalau kita list banyak nih lebih dari 20, ada BUMN, KAI, Jasa Marga, Kementerian, Angkasa Pura II (AP-II), yang lain juga dari Kementerian Perhubungan, lingkungan hidup, Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL), di samping Kementerian BUMN dan transportasinya. Ini harus berat di koordinasi," paparnya.
Sementara itu, Emma belum mau menyebutkan berapa luas lahan yang akan dibebaskan untuk kebutuhan proyek kereta ekspres bandara tersebut. Yang pasti, pihaknya sudah menyiapkan lahan untuk kelanjutan proyek kereta bandara jalur utara ekspres.
"Belum teridentifikasi, kan nanti ditentukan penyesuaian dulu, nanti ditentukan kira-kira potensi di berapa hektar untuk line akuisisi, sedang kita diskusikan dulu. Lahan kan akan mengikuti setelah penyesuaiannya disepakati dan disetujui bersama stakeholders dan diterapkan oleh Kemenhub. Lahan sih sudah akan segera dibebaskan, jadi harus kordinasi dulu dengan kementerian," cetus Emma.
(dnl/dnl)










































