"Jangan hanya cari populis, pak Dahlan kan motifnya hanya popularitas," tutur Aria usai raker di Komisi VI DPR Senayan Jakarta, Senin (4/2/2013).
Ia mencontohkan, tindakan, ide atau pernyataan Dahlan yang tak ada tindaklanjutnya yakni wacana membubarkan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) atau aksi bersih-bersih toilet Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, fokus Dahlan saat ini adalah bagaimana mempercepat program holding dan sinergi antar perusahaan pelat merah. Aria menjelaskan, program fokus memperkuat kinerja BUMN dengan melangsungkan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham harus diganti.
"Saya tidak suka IPO, memang sekarang yang harus dioptimalkan sinergi, holdingisasi, restrukturisasi, bukan lagi IPO sebagai success story BUMN," sebutnya.
(hen/ang)










































