"Ini ruwet (masalah daging) terutama sistemnya," kata Ketua KPPU Nawir Messi singkat dalam acara 'Kelangkaan Daging Sapi di Indonesia' yang diadakan di Gedung KPPU, Jakarta, Rabu (6/2/2013).
Ada beberapa masalah yang membuat masalah daging ini ruwet, seperti Rumah Potong Hewan (RPH) yang rawan masalah distribusi daging. Lalu alokasi kuota impor terutama penunjukkan kuota kepada importir bersifat tertutup, dan sistem tambal kepada daerah yang defisit daging tidak bisa otomatis dapat dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, terkait isu mengenai daging, KPPU sudah memantau sejak awal. KPPU menegaskan tidak ingin masuk dalam ranah politik dan hanya membahas persoalan mengenai daging hanya pada pasar juga produksi terutama jumlah pasokan.
"Yang sensitif soal daging itu terutama terjadi di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kalau suplai atau pasokan secara kuantitas cukup untuk permintaan maka tidak akan ada gejolak harga, kecuali jika ada pengaturan. Kita melihat secara keseluruhan dan kita ingin suplai secara nasional. Kapasitas neraca produksi daging kita itu 65-70% dari kebutuhan nasional," imbuhnya.
(wij/dnl)











































