China & Korea Berebut Kue Proyek Triliunan di IKN

China & Korea Berebut Kue Proyek Triliunan di IKN

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 17 Jul 2026 06:55 WIB
Rekomendasi hotel di IKN
Ilustrasi.Foto: Dok. IKN
Jakarta -

Konstruksi proyek kawasan terpadu di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dimulai. PT Star Bright International Investment asal China bakal menggarap proyek senilai Rp 1,25 triliun.

Ini merupakan konstruksi perdana yang direalisasikan investor asing di IKN yang ditargetkan rampung akhir 2026. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono menilai lokasi proyek punya nilai strategis karena berada di jantung IKN.

"Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini kita dapat melihat Istana Negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun. Seluruh kawasan tersebut akan kami selesaikan pada tahun 2028," ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 15.501 meter persegi itu akan menghadirkan kawasan terpadu yang mencakup apartemen, restoran, area ritel dan perkantoran. Hunian yang dibangun menyediakan pilihan unit 1-3 kamar tidur yang dilengkapi ruang keluarga, serta didukung berbagai fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, area komersial dan ruang terbuka hijau.

"Seluruh kawasan dirancang dengan mengusung konsep pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip pembangunan IKN," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama PT Star Bright International Investment, Lu Keming menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Nusantara sebagai kota baru yang memiliki prospek besar.

"Saya memiliki pengalaman melihat pembangunan kota dari kondisi awal yang masih kosong. Saya yakin IKN akan menjadi kota yang indah karena dibangun dari awal. Tim dari Tiongkok juga tertarik untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata," ujar Lu Keming.

PT Star Bright International Investment merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi, pengembangan properti dan manajemen proyek berskala internasional. Dalam pelaksanaan proyeknya di IKN, perusahaan bekerja sama dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd., perusahaan asal Sichuan, China yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam pengelolaan proyek konstruksi.

Kegiatan juga dihadiri sejumlah calon investor dan delegasi bisnis dari China yang berasal dari berbagai perusahaan dan organisasi antara lain Wan Tong Group, China Minsheng Bank, Jiangsu Qi He Technology, Jiangsu Shu Jun Technology, Beijing Jin Jia Tong Neng Environmental Technology Group, Shanghai San Ding Technology, Hainan Chamber of Commerce, Indonesia's Chinese Bridge Training School, Xing Yao International Investment, serta Liu Dian Group.

"Kehadiran para delegasi tersebut mencerminkan tingginya minat investor internasional terhadap peluang investasi di Nusantara, sekaligus memperkuat posisi IKN sebagai destinasi investasi yang semakin dipercaya oleh komunitas bisnis global," jelas Basuki.

Investor Korea Selatan

Selain China, proyek IKN juga digarap investor Korea Selatan. Salah satunya PT Dian Jaya Indonesia merupakan anak usaha perusahaan asal Korea Selatan, Dian Development Co., Ltd.

Perusahaan ini rencananya akan membangun apartemen di WP KIPP Sub WP 1B, tepatnya di kawasan Pusat Pendidikan dengan sub zona campuran kepadatan tinggi. Nilai proyek yang digarap sekitar Rp 1,2 triliun.

"Sebentar lagi yang dari Korea Selatan, Dian Jaya, sekitar Rp 1,2 triliun juga untuk apartemen dan perkantoran," kata Basuki saat ditemui di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).

Basuki menyebut investasi tersebut targetnya akan terealisasi tahun ini. Basuki dan perwakilan perusahaan juga sudah bertemu.

"Oh iya (realisasi tahun ini) makanya kemarin kita undang untuk manasi mereka," tuturnya.

Investasi dari Korea Selatan ini akan menambah penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke IKN.

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads