"Ya tarifnya kalau dimana-mana kaya di Singapura. Itu pun juga masih belum nanti kan kita masih bisa. Mungkin kalau sudah jadi bisa jadi Rp 8 ribu, nggak jadi Rp 9 ribu," ungkap Jokowi usai hearing soal monorel di Gedung Balaikota Jakarta, Selasa (12/2/2013).
Jokowi menyatakan dengan tegas tidak akan memberikan subsidi dalam pengenaan tarif monorel sekali jalan. "Ga ada (subsidi). Subsidi itu diberikan kalau (jumlah) penumpang kurang dari 160 ribu itu aja," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesepakatan bersama dong. Misalnya, monorel mau jual Rp 20 ribu, yang beli siapa? Kalau bikin murah kan juga mereka nggak mau rugi. Itu nanti kita mau detailkan," tegasnya.
Selain soal tarif, Jokowi juga memberikan komentar soal tidak jadinya Jakarta menggunakan monorel buatan lokal (monorel buatan PT Melu Bangun Waweka). Seperti diketauhi, PT Jakarta Monorel melirik monorel asal China yaitu Chongqing karena kapasitas yang jauh lebih besar yaitu bisa mengangkut 800 ribu orang per hari.
"Saya kira kombinasi. Jangan langsung lokal. Selain sinyal untuk sistem konstruksi di bawah. Yang gampang-gampang dibuat di lokal sekalian belajar," tandasnya.
(wij/dru)










































