Kegemaran masyarakat Indonesia mengkonsumsi jeroan tidak sebanding dengan minimnya pasokan jeroan di dalam negeri. Alhasil, tahun lalu Indonesia mengimpor 6,2 juta kg lebih jeroan sapi.
Hal tersebut berdasarkan data Badan Karantina Kementerian Pertanian yang dikutip detikFinance, Rabu (13/2/2013).
Pada Januari 2012, dilakukan 266 kali impor jeroan sapi dengan volume mencapai 1.945.814,87 kg, jeroan ini diimpor dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pada Maret 2012 dilakukan 105 kali impor jeroan dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika sebanyak 925.496,20 kg yang dimasukkan melalui Tanjung Priok.
Pada bulan yang sama, sebanyak dilakukan 4 kali impor jeroan sapi dari Australia dengan volume 69.937,49 kg yang masuk melalui BKP Kelas I Batam, dan ditambah lagi impor dari Selandia Baru dengan volume 1.318,75 kg yang masuk melalui BKP Kelas II Tanjung Pinang.
Sepanjang 2012, Indonesia tidak pernah absen untuk mengimpor jerohan hingga akhir tahun. Total impor jeroan sepanjang 2012 mencapai 6.257.921,88 kg, dengan negara asal jeroan mayoritas berasal dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat, serta sedikit dari Kanada. (rrd/dnl)











































