Jokowi akan Cek Kesehatan Perusahaan Edward Suryadjaya

Jokowi akan Cek Kesehatan Perusahaan Edward Suryadjaya

Ray Jordan - detikFinance
Kamis, 14 Feb 2013 12:51 WIB
Jokowi akan Cek Kesehatan Perusahaan Edward Suryadjaya
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -

Sebelum mengesahkan pekerjaan monorel DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan mengecek kesehatan Ortus Holdings yang telah dipilih PT Jakarta Monorail sebagai mitranya.

Jokowi mengatakan, dirinya memang tidak mencampuri urusan Jakarta Monorail dalam memilih mitra kerjanya. Namun Jokowi akan mengecek kesehatan perusahaan mitra Jakarta Monorail sebelum merestui mulainya pekerjaan monorel Jakarta.

"Saya hanya melanjutkan yang dulu sudah terpilih yaitu Jakarta Monorail untuk dilanjutkan, itu pun saya belum keluarkan surat apa-apa, sebelum jelas itu sehat atau tidak. Sehat atau nggak kan dia cari partner-partner. Partner-partnernya Jakarta Monorail bukan urusan gubernur. Urusan saya itu mengecek sehat atau tidak, bonafit atau tidak, pengamanannya seperti apa. Itu tugas tim kita," tutur Jokowi di Balaikota, Jakarta, Kamis (14/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Jokowi, dia awalnya mengetahui bahwa Jakarta Monorail akan menggandeng Kalla Group, namun sekarang berubah menjadi Ortus Holdings, perusahaan milik pengusaha Edward Suryadjaya yang berdomisili di Singapura.

Namun sampai sekarang, Jokowi belum memberikan 'lampu hijau' kepada Jakarta Monorail untuk melanjutkan proyek tersebut. Jokowi juga belum diberitahu secara resmi oleh Jakarta Monorail soal keputusan menggandeng Ortus.

"Siapa Ortus ini yang ada di dalam, sehat nggak dia? Kita cek sampai sekarang dokumennya belum sampai ke kita. Kita kan terus dorong cepat-cepat tapi sampai sekarang belum sampai. Ya semuanya masih menunggu," kata Jokowi.

Sebelumnya, Kalla Group terdengar santer akan menjadi pemilik saham mayoritas di Jakarta Monorail. Namun, kemarin Jakarta Monorail akhirnya memutuskan memilih menggandeng Ortus Holdings yang bermarkas di Singapura karena bersedia mengucurkan dana senilai US$ 300 juta atau setara Rp 2,88 triliun.

Sekretaris Perusahaan Kalla Group Andi Asmir menjelaskan, pihak Kalla Gorup hanya berharap respons Gubernur DKI Jakarta Jokowi sebagai pemberi izin atas keikutsertaan Ortus. "Kita tunggu pak Jokowi saja. Langkahnya seperti apa," kata Andi.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads