Sejumlah Perusahaan Multinasional Ingin Kelola 21 Blok Migas

Sejumlah Perusahaan Multinasional Ingin Kelola 21 Blok Migas

- detikFinance
Jumat, 01 Okt 2004 07:05 WIB
Jakarta - Sejumlah perusahaan minyak multinasional, seperti Total E&P, Caltex dan ConocoPhillips berminat mengelola 21 blok yang ditawarkan pemerintah melaluipenawaran langsung (direct offering) dan mekanisme tender biasa. Selain itu, perusahaan minyak nasional PT Pertamina (Persero) juga menyatakan ketertarikannya untuk ikut serta menjadi pengelola. Hingga kini pemerintah telah menerima dokumen penawaran dari 29 perusahaan yang berminat mengelola 21 blok tersebut.Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas DESDM Iin Arifin Takhyan ketika dihubungi detikcom, Jumat (1/10/2004) pagi."Seingat saya ada sekitar 29 perusahaan yang berminat dalam dua tender yang dibuka pemerintah, baik melalui mekanisme tender biasa dan mekanisme direct offering," ujar Iin.Ditambahkan pula, tim pemerintah akan segera mengkaji dokumen-dokumen penawaran tersebut. Diperkirakan pengumuman pemenang akan dilakukan sebelum tanggal 15 Oktober 2004.Sebagaimana diketahui pemerintah sebelumnya menawarkan 10 blok migas melalui mekanisme tender. Blok tersebut diantaranya Blok Lhok Seumawe (Nanggroe AcehDarussalam), Ujung Kulon (Banten), North East Madura III, North East Madura IV, North East Madura V (Jawa Timur), Rote I, Rote II (Nusa Tenggara Timur), Babar, Selaru (Maluku Tenggara), dan Manokwari (Papua).Selain itu pemerintah juga telah menawarkan 11 blok migas melalui mekanisme direct offering karena adanya penawaran dari perusahaan migas untuk mengelolablok-blok diluar penawaran pemerintah. Sesuai aturan, pemerintah harus membuka penawaran kepada perusahaan lain.Blok tersebut adalah Bulungan (Kalimantan), Nunukan di (Kalimantan), Seruway (Nanggroe Aceh Darussalam), Pandan (Sumatera), Barito (Kalimantan), East Ambalat (Kalimantan), North West Natuna (Natuna), Air Komering (Sumatera), Belida (Sumatera), East Sepanjang (Jawa Timur) dan Sei Nangka-Senipah (Kalimantan). (ton/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads