"Isu KEN (Komite Ekonomi Nasional) yang mengada-ada, jadi nggak mungkin," cetus Thomas dalam sebuah diskusi daging dengan media di Kawasan Cikini Jakarta, Senin (18/2/2013).
Menurutnya daging impor hanya untuk industri bukan konsumsi rumah tangga atau pasar umum. Selama ini menurut Thomas, KEN tidak meengerti tentang alur dan pengertian kartel secara umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengomentari soal tuduhan keterlibatan PT Indoguna Utama yang disinyalir melakukan praktik kartel. Ia justru berpendapat Indoguna hanya memiliki kuota impor daging cukup kecil sehingga kecil peluangnya.
"Cobalah pemerintah ekspose importir pembagian berapa dan harus dilakukan secara terbuka. Dia (Indoguna) dapat jatah 3000 ton daging, 2500 ton itu titipan dari asosiasi daging. 500 ton kuota mereka. Itu sudah saya cek kok," jelasnya.
Sebelumnya Menko Perekonomian Hatta Rajasa beraksi keras atas dugaan praktik kartel yang disampaikan oleh KEN. Bahkan Hatta meminta untuk berantas habis praktik kartel.
"Baru ada laporan dari KEN yang sinyalir ada kartel yang ada di pangan. Saya bereaksi keras dan perangi ramai-ramai. Karena ini merugikan banyak rakyat," katanya.
(wij/hen)











































