IHSG Diramal Perkasa Usai Libur Panjang

IHSG Diramal Perkasa Usai Libur Panjang

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 17 Feb 2026 19:30 WIB
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Jumat (30/1/2026) setelah dua hari tertekan.
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (13/2) kemarin. Namun secara akumulasi pada perdagangan sepekan terakhir, indeks saham tercatat kembali bangkit usai anjlok di level 7.900-an pada akhir Januari lalu.

IHSG juga disebut masih berpeluang naik pada pembukaan perdagangan Rabu (18/2) besok. Adapun saat ini, indeks saham RI berada pada level 8.212,27 pada penutupan perdagangan Jumat kemarin.

"Untuk Rabu, kami perkirakan IHSG berpeluang bergerak menguat dengan support 8.132 dan resistance 8.265," ungkap Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, saat dihubungi detikcom, Selasa (17/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut, IHSG berpeluang menguat menyusul ketetapan suku bunga acuan Bank Indonesia yang akan disampaikan pada Kamis (19/2) mendatang. Selain itu, menguatnya harga komoditas juga menjadi sentimen penguatan IHSG besok.

"Untuk sentimen, kami perkirakan investor akan menanti BI rate yang akan diumumkan pada hari Kamis, serta masih akan dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dihubungi terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan pergerakan IHSG masih cukup prospektif untuk jangka panjang, apalagi pada periode ramadan dan hari raya Idul Fitri. Di sisi lain, penguatan IHSG juga didukung oleh respons pasar terhadap reformasi pasar modal.

"Kalau kita lihat secara rata-rata beberapa tahun terakhir, IHSG masih dalam keadaan positif ya, masih relatif bullish. Jadi faktor pelemahan IHSG pada Februari itu sebenarnya bisa dijadikan momentum untuk mencermati saham-saham yang berfundamental solid," jelasnya.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, diketahui IHSG bergerak melemah 0,64% ke level 8.212,27 pada penutupan Jumat. Secara kumulatif, IHSG bergerak menguat sepekan terakhir sebesar 3,49%.

IHSG pada perdagangan Jumat juga mencetak net foreign sell atau aksi jual bersih hingga Rp 2,03 triliun. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, tren jual bersih investor asing tercatat sebesar Rp 14,46 triliun.

(eds/eds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads